Raharja Energi RATU Incar Laba Bersih Rp457,6 Miliar pada Tahun 2026

Raharja Energi RATU Incar Laba Bersih Rp457,6 Miliar pada Tahun 2026
PT Raharja Energi Cepu Tbk.

JAKARTA - PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) memproyeksikan perolehan laba bersih hingga US$26 juta atau sekitar Rp457,6 miliar sepanjang tahun 2026. Perseroan meyakini capaian kinerjanya bakal melampaui raihan tahun sebelumnya.

Direktur RATU Adrian Hartad menyampaikan bahwa untuk periode 2026, pihak manajemen memasang target perolehan omzet sekitar US$40 juta. Anggaran target pendapatan serta laba bersih tersebut bertumbuh masing-masing 2 persen year on year (YoY) dan 102 persen YoY.

"Untuk enam bulan saja [pendapatan] kami sudah mencapai US$15,5 juta. Sebagai target dari internal, kami targetkan bisa mencapai US$26 juta untuk net income," kata Adrian dalam konferensi pers paparan publik RATU, Kamis (10/9/2026).

Adrian menerangkan bahwa kontributor utama pemasukan RATU pada semester I 2026 bersumber dari Blok Jabung, sedangkan performa blok lain sedikit melambat sehingga penetapan target pendapatan tahun ini dibuat cenderung konservatif.

Di sisi lain, Direktur Utama RATU Sumantri mengungkapkan pencapaian pendapatan RATU pada semester I 2026 telah menembus US$25,6 juta dengan raihan laba bersih US$15,5 juta. Adjusted EBITDA perusahaan turut melonjak 38 persen YoY menjadi US$21,28 juta.

Pertumbuhan tajam pada EBITDA dan laba bersih tersebut terutama disokong oleh kenaikan porsi laba Blok Cepu serta keuntungan atas akuisisi SMSD di bawah nilai wajar, walaupun kenaikan pendapatan top line hanya tumbuh 2 persen YoY.

Melihat landasan ekspansi yang solid sepanjang paruh pertama 2026, Sumantri menaksir pertumbuhan laba bersih perusahaan hingga penutupan tahun nanti berada di rentang 50 persen sampai 100 persen, atau mendekati US$26 juta.

"Karena kami mengantisipasi penurunan kinerja [produksi blok migas] jika ada, maupun penurunan harga minyak yang tidak setinggi di semester pertama," jelas Sumantri.

Mengenai opsi pembagian dividen, Sumantri menjelaskan bahwa nilainya akan dikaji kembali dengan mempertimbangkan rekapitulasi kinerja akhir tahun serta alokasi modal untuk agenda ekspansi perseroan. Meski begitu, ia menegaskan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil bagi para investor.

Sebagai catatan, pada tahun buku 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) RATU menetapkan pembagian dividen bernilai total Rp122,17 miliar atau Rp45 per saham, di mana laba bersih yang dibukukan mencapai US$15,26 juta.

Hingga penutupan Desember 2025, emiten tercatat mengantongi saldo laba ditahan tanpa batasan penggunaannya sebesar US$33,73 juta dengan total ekuitas berada di angka US$56,60 juta

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index