JAKARTA - PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatatkan performa positif pada lini produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked sepanjang semester I 2026.
Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke mengutarakan bahwa realisasi perolehan tersebut menyentuh angka Rp6,9 triliun, atau berhasl melesat sebesar 10 persen secara tahunan (year on year/YoY).
“Capaian ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap kuat terhadap solusi perlindungan yang kami hadirkan,” tutur Gert kepada Bisnis, Senin (14/9/2026).
Gert melanjutkan bahwa pada umumnya portofolio unit-linked Allianz Life sangat diminati oleh kalangan masyarakat serta keluarga yang mendambakan proteksi jiwa dan kesehatan optimal yang dipadukan dengan perencanaan finansial jangka panjang dalam satu polis.
Melihat tingginya animo tersebut, Allianz Life menilai potensi pasar unit-linked masih sangat prospektif serta relevan untuk terus dipacu hingga pengujung tahun 2026.
Demi menjaga ritme pertumbuhan kinerja unit-linked, perseroan memfokuskan strategi pada penguatan kapasitas kanal distribusi guna merespons kebutuhan para nasabah secara maksimal.
“Kemudian, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta pemanfaatan digitalisasi dan edukasi agar nasabah benar-benar memahami terkait proteksi yang dimiliki,” bebernya.
Di lain sisi, manajemen perusahaan tetap mewaspadai beberapa tantangan dinamika pasar dalam memasarkan produk unit-linked, mulai dari fluktuasi kondisi ekonomi, dinamika daya beli publik, volatilitas sektor keuangan, hingga urgensi literasi nasabah.
“Meskipun demikian, Allianz Life tetap optimistis terhadap prospek produk unit link. Penerapan regulasi yang transparan dan rinci justru memperkuat tata kelola serta perlindungan konsumen, yang pada akhirnya terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian,” tegas Gert.
Sebagai pembanding, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total perolehan premi PAYDI industri per Juli 2026 melompat 21,92 persen YoY menjadi Rp28,59 triliun, atau menyumbang 25,65 persen terhadap keseluruhan premi asuransi jiwa.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menilai tren positif tersebut menandakan bahwa produk PAYDI masih menguasai pangsa pasar yang luas.
“Namun tetap perlu diikuti dengan kualitas produk, kesesuaian dengan kebutuhan dan profil risiko konsumen, serta transparansi mengenai manfaat proteksi dan risiko investasi,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Agustus 2026, dikutip pada Senin (14/9/2026).