JAKARTA - Upaya untuk memutus isolasi geografis di wilayah kepulauan terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Sebagai langkah konkret dalam memperkuat jaringan transportasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terpencil), Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait operasional bus air jenis Ro-Ro yang diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga kepulauan.
Prosesi penandatanganan kesepakatan penting ini berlangsung di Kantor Pusat PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Jakarta, pada Selasa. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur non-fisik di Nias Selatan, di mana akses laut merupakan variabel utama dalam distribusi logistik dan pergerakan penumpang antar-pulau.
Sinergi Strategis untuk Penguatan Transportasi Perintis
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, bersama Senior General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Thesresia Damayanti. Pertemuan tingkat tinggi ini juga turut dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak, termasuk Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan, Kepala Bagian Kerja Sama, serta sejumlah pejabat teras dari PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Dalam sambutannya, Bupati Sokhiatulo Laia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas tantangan geografis yang selama ini dihadapi oleh masyarakat Nias Selatan. Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada jajaran manajemen PT. ASDP Indonesia Ferry atas keterbukaan dan dukungan mereka terhadap pembangunan di wilayah Nias Selatan.
"Kerja sama ini, merupakan langkah strategis dan momen penting dalam upaya peningkatan strategis khususnya dalam transportasi laut perintis pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terpencil)," ujar Sokhiatulo saat memberikan pernyataan di sela-sela kegiatan tersebut.
Percepatan Operasional KMP Hafamati untuk Ekonomi Rakyat
Fokus utama dari kesepakatan ini adalah penyediaan layanan Bus Air Ro-Ro melalui operasional KMP Hafamati. Kapal ini direncanakan menjadi sarana transportasi utama yang menghubungkan titik-titik terluar di Nias Selatan. Kehadiran kapal Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) dinilai sangat krusial karena kemampuannya dalam mengangkut penumpang sekaligus kendaraan dan barang dalam jumlah besar, sehingga efisiensi distribusi barang pokok dapat terjaga.
Bupati Nias Selatan berharap, melalui Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama ini, akan menjadi langkah awal percepatan pengoperasian Bus Air Roro KMP Hafamati. Menurutnya, beroperasinya kapal ini akan memberikan dampak domino yang signifikan terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat lokal. Dengan akses yang lebih terbuka, biaya logistik diharapkan dapat ditekan, sementara potensi ekspor komoditas lokal dari pulau-pulau kecil ke pusat kota dapat meningkat pesat.
Dampak besar ini terutama akan terasa pada peningkatan perekonomian masyarakat, dan akses pelayanan publik khususnya transportasi laut di daerah kepulauan. Hal ini selaras dengan janji politik dan program kerja pemerintah daerah yang ingin memastikan tidak ada satu wilayah pun di Nias Selatan yang tertinggal dalam aspek pelayanan.
Mewujudkan Konektivitas Wilayah Sesuai Visi Misi Daerah
Langkah menggandeng ASDP ini bukan sekadar urusan teknis transportasi, melainkan bagian dari implementasi visi besar Kabupaten Nias Selatan. Sokhiatulo menekankan bahwa pembangunan yang merata hanya bisa dicapai jika konektivitas antar-wilayah sudah mapan. Tanpa transportasi laut yang andal, visi pembangunan daerah hanya akan menjadi rencana di atas kertas.
"Sesuai dengan visi dan misi kami, yakni mewujudkan pelayanan kepada masyarakat melalui konektivitas antar daerah, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik," pungkas Bupati.
Kemitraan dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai BUMN yang berpengalaman dalam pengelolaan feri di Indonesia memberikan jaminan standar keselamatan dan pelayanan yang profesional. Dengan penandatanganan MoU ini, langkah menuju pengoperasian penuh KMP Hafamati kini tinggal menunggu tahapan teknis selanjutnya. Masyarakat Nias Selatan kini menaruh harapan besar pada sinergi ini agar impian memiliki akses transportasi laut yang rutin, aman, dan terjangkau dapat segera terwujud di awal tahun 2026 ini.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan membuktikan komitmennya untuk terus menjemput bola ke pusat demi kepentingan masyarakat di daerah kepulauan, memastikan bahwa meskipun berada di garis terdepan nusantara, kualitas layanan transportasi tidak kalah dengan wilayah lain di Indonesia.