Transaksi SPKLU PLN Sulselrabar Melonjak Tajam Saat Lebaran Tahun Ini

Selasa, 07 April 2026 | 11:25:21 WIB
Transaksi SPKLU PLN Sulselrabar Melonjak Tajam Saat Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Perubahan pola mobilitas masyarakat, khususnya dalam penggunaan kendaraan listrik, semakin terlihat nyata di berbagai wilayah Indonesia. 

Salah satu indikator yang mencerminkan tren tersebut adalah peningkatan signifikan transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), terutama selama periode Lebaran. 

Momentum ini tidak hanya menunjukkan pergeseran preferensi transportasi, tetapi juga menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Angka transaksi meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik di wilayah timur Indonesia.

Data PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (UID Sulselrabar) menunjukkan, jumlah transaksi SPKLU selama periode Idulfitri tahun ini mencapai 2.701 transaksi dengan total nilai transaksi Rp194.810.875.

Angka itu melonjak 208% dibandingkan periode Idulfitri 1446 H yang hanya mencatat 875 transaksi senilai Rp63.135.672.

Kenaikan yang sangat signifikan ini memperlihatkan bahwa kendaraan listrik mulai menjadi pilihan utama, terutama untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.

Antusiasme Masyarakat Terhadap Kendaraan Listrik Meningkat

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, menyampaikan bahwa peningkatan transaksi tersebut merupakan indikator kuat meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

"Peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat menggunakan kendaraan listrik, khususnya pada momen mudik Lebaran. Ini juga indikator bahwa kepercayaan terhadap kesiapan infrastruktur SPKLU yang kami sediakan semakin meningkat," ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, di Makassar.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, adopsi teknologi ini tidak akan berkembang dengan cepat.

Kesiapan Infrastruktur Jadi Faktor Pendukung Utama

PLN memastikan seluruh infrastruktur SPKLU beroperasi optimal, aman, dan andal guna mendukung kelancaran mobilitas, termasuk perjalanan jarak jauh. Kesiapan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan penggunaan layanan.

Hingga 1 April 2026, PLN telah mengoperasikan 74 unit SPKLU yang tersebar di 54 lokasi di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Dengan penyebaran yang semakin luas, pengguna kendaraan listrik kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mengisi daya, bahkan saat melakukan perjalanan lintas daerah.

Amirul menambahkan bahwa PLN akan terus melakukan penambahan infrastruktur secara bertahap guna memastikan kemudahan akses bagi masyarakat.

"Pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan," tambahnya.

Dukungan Nasional terhadap Pengembangan Kendaraan Listrik

Secara nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai peningkatan transaksi SPKLU merupakan bukti perkembangan pesat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

"Tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya tidak kita bangun," ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran pemerintah dan BUMN dalam menyediakan infrastruktur yang memadai guna mendorong adopsi kendaraan listrik secara luas.

Strategi PLN Tingkatkan Layanan SPKLU

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa strategi pengembangan SPKLU dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kuantitas, teknologi, dan integrasi layanan digital.

PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar-SPKLU rata-rata 22 kilometer.

Selain itu, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode tertentu, seperti mudik Lebaran.

Tidak hanya dari sisi jumlah, peningkatan juga dilakukan pada kualitas layanan, dengan meng-upgrade sejumlah SPKLU dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging.

Layanan Digital Permudah Pengguna Kendaraan Listrik

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, PLN juga menghadirkan berbagai layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Fitur seperti Trip Planner dan AntreEV membantu pengguna merencanakan perjalanan dan menghindari antrean saat mengisi daya.

Dengan dukungan teknologi digital, pengalaman menggunakan kendaraan listrik menjadi lebih praktis dan efisien. Hal ini turut berkontribusi dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Kemudahan akses informasi dan layanan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi baru di masyarakat.

Transformasi Energi dan Masa Depan Mobilitas

Lonjakan transaksi SPKLU di Sulselrabar menjadi bagian dari transformasi energi yang sedang berlangsung di Indonesia. Peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga pada upaya pengurangan emisi karbon.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai dan kebijakan yang mendukung, kendaraan listrik diprediksi akan terus berkembang di masa depan.

Momentum Lebaran tahun ini menjadi bukti bahwa masyarakat mulai percaya dan beralih ke kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan langkah yang konsisten, transformasi menuju energi bersih dapat terwujud secara lebih cepat dan berkelanjutan.

Terkini