Kenaikan BI Rate Diwaspadai Bank Danamon untuk Pertumbuhan Bisnis KPR

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:17:02 WIB
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Danamon.

JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencermati potensi tekanan kenaikan BI Rate terhadap bisnis kredit pemilikan rumah (KPR). Meski demikian, perseroan menilai kebutuhan masyarakat akan hunian masih menjadi penopang utama permintaan pembiayaan rumah.

Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon, Ivan Adrian menyebut, kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Sebab, kondisi ini dapat memengaruhi minat masyarakat dalam mengajukan KPR maupun kapasitas nasabah untuk memenuhi kewajiban cicilannya.

“Namun dampaknya tentunya akan bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan,” kata Ivan, dikutip pada Minggu (2/8/2026).

Meski demikian, Ivan mengungkapkan bahwa Danamon membukukan pertumbuhan portofolio KPR sekitar 7 persen hingga 9 persen secara tahunan pada semester I 2026.

Dia mengungkapkan bahwa kualitas KPR perseroan juga masih terjaga sehingga bank optimistis dapat melanjutkan penyaluran pembiayaan secara berkelanjutan.

Dia menegaskan, Danamon tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, termasuk KPR, melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin guna menjaga kualitas aset di tengah dinamika pasar.

Ke depan, Ivan mengatakan bahwa perseroan akan terus memantau perkembangan suku bunga dan kondisi pasar.

“Kemudian untuk kedepannya seperti apa? Kedepannya tentunya kami akan terus mewaspadai situasi pasar. Kami melihat akan ada tekanan dari sisi suku bunga,” tuturnya.

Danamon juga melihat permintaan KPR masih memiliki prospek lantaran kebutuhan masyarakat terhadap hunian merupakan kebutuhan dasar yang tetap ada.

Untuk menjaga daya tarik pembiayaan, Ivan menyebut bahwa Danamon menyiapkan berbagai solusi KPR yang lebih fleksibel, antara lain melalui penawaran skema bunga kompetitif pada awal tenor, berbagai program promosi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, serta memperkuat kolaborasi dengan pengembang dan ekosistem properti, guna memberikan nilai tambah bagi nasabah.

Terkini