JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mulai menjajaki peluang ekspansi penempatan tenaga kerja migran Indonesia ke Republik Ceko, menindaklanjuti laporan Kedubes RI di Praha mengenai tingginya kebutuhan tenaga kerja di beberapa sektor vital negara tersebut.
"Kami menerima brafaks dari KBRI Praha mengenai kemungkinan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran Indonesia," ujar Christina saat berdiskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, pada Kamis, sebagaimana keterangan KP2MI, Jumat (7/8/2026).
"Karena itu kami ingin mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus melihat peluang kerja sama apa saja yang bisa dikembangkan," imbuh Christina.
Walau populasi pekerja migran asal Indonesia di Ceko terbilang masih sedikit, ia optimistis angkanya bakal melonjak seiring pendampingan KBRI Praha serta terbukanya pasar di berbagai industri.
"Kami berharap dengan dukungan KBRI Praha, jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko dapat terus meningkat. Kami ingin memastikan penempatan dilakukan secara legal, terampil, dan sesuai kebutuhan dunia kerja di sana," katanya.
Ia menguraikan bahwa pemerintah Ceko telah menyediakan beberapa jalur resmi bagi kemasukan pekerja migran Indonesia, di antaranya skema employee card yang berfungsi sebagai izin tinggal dan kerja berkuota khusus, serta skema blue card untuk pekerja berkualifikasi tinggi.
Bukan hanya itu, otoritas Ceko turut menggelar program khusus untuk memicu percepatan pengisian tenaga terampil di sektor-sektor unggulan seperti manufaktur, rantai logistik, hospitality, teknologi informasi (IT), layanan kesehatan, pengelasan (welder), hingga teknisi mesin dan kelistrikan.
Adapun kriteria yang disyaratkan yakni berstatus lulusan politeknik, berada pada rentang usia 21–29 tahun, dan memiliki kecakapan berbahasa Inggris.
"Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama. Ini menjadi catatan penting bagi kami agar calon PMI yang disiapkan benar-benar memiliki kompetensi, termasuk kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan," ujar Wamen P2MI itu.
Dalam diskusi tersebut, Wamen juga memaparkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto bertajuk SMK Go Global, yang digadang sebagai strategi nasional guna mencetak SDM Indonesia berdaya saing global.
Program ini tidak sekadar membidik para lulusan SMK, melainkan juga terbuka bagi publik, termasuk lulusan jenjang diploma, sarjana, maupun tenaga kerja terampil yang hendak mempertajam kualifikasi demi meraih karier internasional.
"Target pemerintah adalah menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 2029," katanya.
"Kami menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, dan bidang lainnya," imbuhnya.
Christina memungkas bahwa koordinasi awal bersama pihak KBRI Praha bertindak sebagai fondasi pemetaan kemitraan yang bakal ditindaklanjuti secara teknis oleh instansinya.
"Pertemuan ini menjadi inisiatif awal untuk membahas lebih jauh peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan pekerja migran Indonesia di Republik Ceko," katanya.