JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan empat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah resmi beroperasi guna memperluas keterjangkauan akses pendidikan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan SRT merupakan langkah nyata pemerintah dalam membuka kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” kata Dody di Jakarta, Jumat.
Kementerian PU mengonfirmasi bahwa 4 unit Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sulawesi Selatan telah menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 31 Juli 2026 sebagai tanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.
Keempat SRT tersebut berlokasi di Kabupaten Barru, Sidenreng Rappang (Sidrap), Tana Toraja, dan Bone, yang kini sudah menampung dan melayani sebanyak 1.508 murid.
Beriringan dengan mulainya agenda belajar, Kementerian PU terus merapikan prasarana pendukung agar seluruh sarana berdaya guna secara optimal. Pada SRT Kabupaten Barru, percepatan pengadaan fasilitas air bersih ditempuh lewat penyambungan saluran Perusahaan Daerah Air Munisipalitas (PDAM) serta koordinasi antarlembaga bersama pemerintah setempat.
Selama proses pengerjaan tersebut berlangsung, pemenuhan air bersih tetap dijamin melalui pasokan mobil tangki sehingga pelaksanaan MPLS maupun proses belajar mengajar berjalan lancar.
Lewat Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PS) Sulsel, Kementerian PU mendirikan Sekolah Rakyat dalam area pendidikan terpadu yang memuat kelas jenjang SD, SMP, SMA, laboratorium, asrama, rusun tenaga pendidik, gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur berserta pengolah limbah, sarana air bersih, hingga lapangan olahraga.
Seluruh prasarana ini dirancang khusus guna membangun iklim belajar yang aman, nyaman, serta menyokong pembentukan karakter peserta didik melalui sistem pendidikan berbasis asrama.
Keempat SRT tersebut menampung total 1.508 siswa, dengan rincian 446 siswa di Sidrap, 393 siswa di Barru, 340 siswa di Tana Toraja, serta 329 siswa di Bone. Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, lingkungan SRT mulai semarak oleh kesibukan edukasi.
Para murid hadir didampingi orang tua masing-masing dan disambut jajaran kepala sekolah, guru, serta wali asuh yang siap mengawal proses pembelajaran dan kehidupan di asrama.
Di wilayah Sulawesi Selatan, Kementerian PU membangun 9 Sekolah Rakyat Terintegrasi yang jadwal pelaksanaan MPLS-nya digelar bertahap. Dengan hadirnya 4 SRT ini, sejauh ini terdapat 7 dari 9 Sekolah Rakyat yang sudah menggelar MPLS, yaitu di Makassar, Takalar, Sinjai, Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone.
Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng dan Wajo dijadwalkan memulai MPLS pada gelombang berikutnya seiring penuntasan tahap akhir fasilitas pendukung agar dapat berfungsi optimal sejak awal KBM.
Program pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud pengejawantahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin hak pendidikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Inisiatif ini selaras dengan Visi PU 608, utamanya target 0 persen kemiskinan, melalui pengadaan sarana pendidikan yang membuka akses layanan dasar serta menggembleng mutu sumber daya manusia.
Melalui sinergi erat bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait, Kementerian PU terus menghadirkan infrastruktur yang aman, fungsional, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.