KBRI Beijing Hadirkan Festival Kuliner Indonesia untuk Kenalkan Rempah

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:34:02 WIB
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun saat membuka acara "Indonesian Culinary Festival" [FOTO: NET].

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar gelaran Indonesian Culinary Festival yang menyajikan hidangan khas dan otentik asal Nusantara pada rentang 5-16 Agustus 2026.

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengutarakan bahwa sajian kuliner tidak sebatas menjadi perekat cita rasa, melainkan juga jembatan persahabatan serta sarana saling memahami antarnegara.

"Indonesia sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pusat rempah dunia. Kekayaan rempah Indonesia tersebut bukan hanya memberikan cita rasa yang kaya pada makanan Indonesia dari berbagai pulau, melainkan juga di negara-negara lainnya," kata Djauhari dalam keterangan yang diterima di Beijing, Jumat (7/8/2026).

Ajang festival kuliner ini dihelat di Hotel JW Marriott Beijing Central, berkolaborasi dengan Warisan Roemah Indonesia, serta menjajakan aneka santapan khas Indonesia, meliputi rendang, gado-gado, gohu tuna, bakso, variasi sate, hingga nasi goreng kampung.

Djauhari menyebutkan momen jamuan makan kerap menjadi wadah terciptanya titik temu dari sebuah kesepakatan negosiasi yang tergolong pelik.

"Menjadi diplomat puluhan tahun, saya sering menyaksikan kesepakatan dari perundingan yang alot sering kali terjadi bukan melalui negosiasi formal, tetapi di meja makan; saat dialog dan upaya saling memahami terbangun di sela-sela menikmati hangatnya kopi atau lezatnya makanan," kata Djauhari Oratmangun saat membuka festival tersebut di Beijing, China, Rabu (5/8).

Di lain pihak, General Manager JW Marriott Hotel Beijing Central, Wang Huan, mengaminkan bahwa kuliner Nusantara mengusung keunikan identitas tersendiri.

"Makanan memiliki kekuatan unik untuk menyatukan manusia dan festival ini adalah cara kami untuk menghormati kekayaan warisan kuliner Indonesia sekaligus memperkuat ikatan antara kedua budaya kami," kata Wang Huan.

Pada gelaran festival tersebut, dihadirkan secara khusus juru masak Chef Yuli Hartanto, yang menduduki posisi Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya, untuk mengolah dan menyajikan ragam hidangan otentik Indonesia.

"Masakan Indonesia adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang beragam, hangat, dan berakar kuat pada kebersamaan. Saya merasa terhormat dapat membawa makanan otentik Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya dibaliknya ke Beijing dan berbagi cita rasa tanah air saya dengan masyarakat di Beijing," kata Yuli.

Dalam momentum seremonial pembukaan, disuguhkan pula atraksi tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Tor Tor yang dibawakan oleh mahasiswi asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Beijing.

Pihak KBRI Beijing turut mempromosikan sederet objek wisata unggulan Indonesia kepada para tamu yang hadir, di antaranya Bromo, Banyuwangi, Kawah Ijen, Wae Rebo, hingga Pantai Pink.

Di sepanjang perhelatan festival yang dihelat selama dua pekan ini, para pengunjung dapat menikmati sajian hidangan utama sekaligus varian penganan tradisional khas Indonesia, seperti pisang goreng, dadar gulung, serta kue cantik manis.

China sendiri berkedudukan sebagai pasar tujuan utama bagi ekspor komoditas rempah serta bumbu asal Indonesia, mencakup kapulaga, lada putih, pala, lada hitam, cengkeh, hingga kayu manis.

Di samping itu, China juga tergolong sebagai salah satu negara asal wisatawan mancanegara terbesar yang berkunjung ke Indonesia. Pada periode 2025 lalu, angka kunjungan pelancong asal China ke Indonesia menembus kisaran 1,3 juta pengunjung.

Terkini