Pertamina Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Lewat Pembinaan UMKM

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:34:32 WIB
Pembinaan UMKM Pertamina.

JAKARTA - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan bahwa berbagai rangkaian program pembinaan UMKM merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Pertamina meyakini UMKM merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha agar UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia memberikan contoh salah satu usaha binaannya, yakni Narita Shibori, yang berhasil menghadirkan ruang ekonomi inklusif lewat kolaborasi bersama kelompok rentan, memperluas lapangan kerja, sekaligus mendongkrak daya saing produk lokal di panggung global.

Menurut Baron, langkah penguatan UMKM memegang peranan krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini, ia menyebutkan bahwasanya sektor UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) serta sanggup menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional.

Kendati demikian, kontribusi UMKM pada sektor ekspor tercatat masih berada di angka 15,7 persen. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas, inovasi, serta perluasan akses pasar menjadi pendorong utama agar semakin banyak produk buatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar mancanegara.

"Program pembinaan UMKM Pertamina sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan, mendorong pengembangan industri kreatif, serta memperluas kesempatan ekonomi yang inklusif," kata Baron.

Di lain pihak, Anarita selaku pendiri Narita Shibori, UMKM fesyen asal Bandung yang mengolah teknik pewarnaan kain shibori menjadi beraneka produk bernilai tambah, menuturkan bahwa usahanya bermula dari skala rumahan dan harus berjuang keras di tengah keterbatasan dana serta minimnya sarana promosi.

Akan tetapi, semenjak resmi bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2019 lalu dan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, bisnis Narita perlahan bertumbuh kian pesat.

Pihak Pertamina memberikan suntikan modal kerja, penguatan kapasitas lewat UMK Academy, hingga membukakan pintu akses promosi lewat keterlibatan pada berbagai ajang pameran nasional maupun internasional.

"Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy," ujar Anarita.

Program pendampingan tersebut menjadi pijakan utama bagi pertumbuhan bisnisnya. Dalam kurun beberapa tahun belakangan, angka omzet Narita Shibori melesat hampir tiga kali lipat.

Produk buatannya sukses tampil di berbagai pameran bergengsi tingkat nasional, seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu, bahkan berkesempatan menembus ajang DMI Utrecht di Belanda pada 2024 untuk merambah pasar internasional.

Narita turut menjalin kerja sama dengan Rumah Hasanah dengan merangkul 12 penyandang disabilitas ke dalam alur proses produksi.

"Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padu padankan menjadi produk fesyen, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai," katanya.

Menurut Anarita, langkah pemberdayaan tersebut bukan sekadar wujud aksi sosial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis yang memberi ruang bagi banyak orang untuk berkarya, menghasilkan pendapatan, dan berkembang bersama.

Terkini