Mendiktisaintek Dorong Kampus Ciptakan Raksasa Industri Dunia 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:17:31 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan target besar agar laboratorium di perguruan tinggi maupun lembaga riset tidak sebatas memproduksi riset semata, melainkan sanggup mencetak raksasa industri kelas dunia.

"Mungkin selain produk-produk yang tentunya memiliki dampak besar, kami juga ingin melahirkan atau menyampaikan daftar perusahaan-perusahaan yang lahir dari laboratorium-laboratorium di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), lahir dari laboratorium-laboratorium di kampus yang kemudian produk-produknya ditunggu-tunggu oleh seluruh dunia," kata Mendiktisaintek dalam kegiatan Indonesia Innovator Award 2026 di Jakarta, Senin.

Menteri Brian mengingatkan para peneliti Indonesia agar memiliki keberanian melewati fase kritis komersialisasi riset yang kerap menghambat inovasi untuk masuk ke pasar secara komersial.

"Menjadi perusahaan, perusahaan menjadi industri, dan memang di situ kalau kami sebagai peneliti, kami tahu valley of death, lembah kematian ada disana. Begitu banyak produk inovasi, tetapi kami belum berhasil membawa itu kepada industri," lanjutnya menjelaskan tantangan dalam industri.

Menurut Brian, kunci utama bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju bukanlah sekadar memproduksi barang massal biasa, melainkan membangun industri teknologi yang berbasis pada penguasaan ilmu pengetahuan tingkat tinggi secara mutlak.

"Harus berdampak kepada masyarakat, itu menjadi perhatian kami yang menjadi challenging untuk suatu negara melompat. Kalau kami lihat itu adalah munculnya istilahnya zaman sekarang ini deep tech industry, industri yang berbasis teknologi yang canggih, teknologi yang maju, karena itu kami butuhkan untuk kami bisa meloncat," ujarnya menyemangati para ilmuwan yang hadir.

Sebagai cerminan keberhasilan, Menteri Brian mencontohkan rekam jejak Taiwan yang sukses melahirkan raksasa semikonduktor dunia secara bertahap dari pusat riset dan pengembangan milik pemerintah setempat.

Demi merespons tantangan pemerataan industri inovatif tersebut, Brian memastikan bahwa Kemdiktisaintek akan terus melangkah dalam kolaborasi erat bersama BRIN.

Sejalan dengan Brian, Kepala BRIN Arif Satria menekankan arahan Presiden yang menyebutkan bahwa kemampuan suatu negara dalam menguasai teknologi akan sangat menentukan posisi serta harkat bangsanya di kancah antarbangsa.

Dalam rangka menaikkan harkat tersebut, BRIN telah menyiapkan tiga strategi khusus guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Tiga langkah strategis tersebut meliputi penghadiran inovasi untuk menggenjot produktivitas serta daya saing UMKM, penguatan daya saing industri nasional dan Danantara lewat riset, serta penyediaan fasilitas co-development teknologi maju dunia agar Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi global.

"N250 bukan hanya sebuah pesawat, ia adalah simbol dari mimpi besar, kerja keras, kolaborasi, dan keberanian untuk menembus batas. Ini lahir dari keyakinan, bahwa bangsa ini mampu menciptakan teknologi sendiri, bukan sekedar menjadi pengguna. Semangat inilah yang harus terus kami bawa dan kami hidupkan di BRIN dan lembaga-lembaga riset di Indonesia, termasuk di berbagai perguruan tinggi." tutur Arif Satria.

Terkini