J&T Express Beri Modal Rp15 Juta Bagi UMKM Terpilih di Sulawesi Selatan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:29:01 WIB
Manager Public Affairs J&T Express Adriansyah Halim (tengah), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel (kanan) dan Pejabat Fungsional Kewirausahaan Ahli Madya, Keasdepan Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro, Kementerian UMKM RI Astri Dibyashanty (ki

JAKARTA - J&T Express berkolaborasi bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menggenjot pengembangan para pelaku sektor UMKM di kawasan Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui peluncuran program bertajuk Jawara Lokal J&T Express. 

Inisiatif program tersebut menyalurkan beragam bentuk dukungan kepada sebanyak 5 UMKM terpilih, yang meliputi alokasi dana bantuan pengembangan usaha senilai masing-masing Rp15 juta per UMKM, fasilitas hak akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan manajerial usaha.

Di samping pemberian suntikan modal finansial, para UMKM yang lolos seleksi turut memperoleh fasilitas dukungan logistik berupa potongan diskon ongkos pengiriman hingga sebesar 30%. Pihak J&T Express juga memberikan keistimewaan akses layanan VIP kepada para pelaku UMKM terpilih tersebut.

Manager Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, mengemukakan bahwa korporasinya berkeinginan untuk menghadirkan bentuk dukungan penuh kepada sektor UMKM tidak sekadar berhenti pada penyediaan layanan jasa pengiriman saja, melainkan melalui ragam program pengembangan kapasitas usaha yang komprehensif. 

Ia menuturkan bahwa perusahaannya turut memberikan pelayanan istimewa VIP kepada UMKM pilihan serta berkomitmen untuk terus merajut kerja sama sinergis bersama jajaran pemerintah daerah serta lembaga Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM dalam hal pendampingan berkelanjutan.

"Melalui Jawara Lokal J&T Express, kami ingin memberikan dukungan yang lebih luas kepada UMKM, tidak hanya melalui layanan pengiriman, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang membantu mereka memperkuat kapasitas usaha dan menjangkau peluang pasar yang lebih luas," ujar Adriansyah kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, menyampaikan pandangannya bahwa kegiatan pembinaan bagi UMKM tidak semata-mata berorientasi pada upaya mendongkrak jumlah kuantitas pelaku wirausaha saja, melainkan memastikan agar setiap wirausaha mampu mengoptimalkan tingkat produktivitas serta memperkuat daya saing produk mereka.

"Kami memastikan bagaimana wirausaha ini mampu meningkatkan produktivitasnya, kemudian memperkuat daya saingnya, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," ujarnya.

Menurut penjelasan Andi, PLUT UMKM Sulsel saat ini telah menyiapkan berbagai program kerja strategis guna mendampingi para pelaku UMKM dan wirausaha baru. Instansi tersebut juga menyiagakan sebanyak delapan orang tenaga konsultan profesional sesuai bidang keahlian spesifik masing-masing. Ragam fasilitas layanan yang disediakan mencakup bantuan pengurusan legalitas usaha, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta fasilitasi sertifikasi halal.

Andi menyatakan bahwa kehadiran bentuk kolaborasi strategis bersama sektor swasta seperti J&T Express diyakini mampu mengakselerasi para UMKM untuk memperluas jangkauan akses pasar mereka. Para pelaku UMKM binaan tersebut didorong agar mampu menembus penetrasi pasar di luar wilayah daerah hingga merambah pasar ekspor internasional.

"Bahkan memikirkan bagaimana bisa dapat ekspor dan masuk akses pasar tidak hanya secara domestik saja, tapi juga bisa menguasai pasar di beberapa kota seperti Jakarta," katanya.

Di sisi lain, Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia, Ari Anindya Hartika, menegaskan bahwa rangkaian proses pendampingan bagi para pelaku UMKM tidak langsung terhenti sekadar setelah para pelaku usaha menerima penyerahan benefit program bantuan saja.

Ari mengutarakan bahwa pihak J&T Express telah menyatakan komitmen kesediaannya untuk terus membersamai dan mendampingi para UMKM, termasuk melalui dukungan operasional dari tim manajemen J&T Express yang ada di kota Makassar. Jajaran pemerintah daerah serta instansi PLUT UMKM juga diharapkan dapat terus ambil bagian dalam membersamai para pelaku usaha lokal tersebut.

Selain itu, Kementerian UMKM RI juga telah meresmikan peluncuran platform digital terpadu bernama “Sapa UMKM”. Ari menyebutkan bahwa seluruh peserta terpilih dari program Jawara Lokal ini telah melalui proses onboarding dan dimasukkan ke dalam ekosistem platform tersebut.

Sebagai informasi, penyelenggaraan program Jawara Lokal J&T Express ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi korporasi J&T Express yang ke-11 tahun. Wilayah provinsi Sulawesi Selatan didapuk sebagai destinasi titik lokasi pertama dari total lima daerah regional yang menjadi tempat perhelatan rangkaian program tersebut. 

Inisiatif ini secara spesifik menyasar para pelaku UMKM unggulan daerah yang terbukti memiliki standar produk berkualitas, identitas muatan lokal yang kuat, serta prospek potensi besar untuk berkembang dan memperluas skala jangkauan pasar mereka.

Terkini