Misi Dagang Jatim-Kalbar, Gubernur Khofifah Kantongi Rp2,53 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:56:01 WIB
Gubernur Khofifah [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelaksanaan kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang mempertemukan wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Barat di bawah pimpinan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sukses membukukan perolehan nilai transaksi total mencapai angka Rp2,53 triliun. Acara strategis yang bertempat di Novotel Convention Center Pontianak pada hari Selasa (11/8/2026) tersebut merinci catatan transaksi sebesar Rp2,529 triliun. 

Besaran angka tersebut terakumulasi dari realisasi penjualan produk asal Jawa Timur ke Kalimantan Barat senilai Rp1,48 triliun, aktivitas pembelian sebesar Rp163,83 miliar, serta komitmen penanaman investasi yang menembus angka Rp885 miliar.

Gubernur Khofifah mengemukakan pandangannya bahwa pencapaian gemilang ini berfungsi sebagai momentum penting guna semakin mempererat jalinan relasi perdagangan serta investasi antarkedua provinsi. Pelaksanaan misi dagang ini tidak sekadar berfokus mempertemukan para pelaku usaha, melainkan turut memperluas jangkauan pasar, memperkuat konektivitas rantai pasok, sekaligus membuka lebar peluang investasi baru antarwilayah.

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi mencapai Rp2,5 triliun, dengan Rp885 miliar di antaranya merupakan capaian investasi,” katanya.

Rangkaian transaksi sektor perdagangan ini merangkum aneka ragam komoditas unggulan asal Jawa Timur, mulai dari komoditas garam, produk olahan daging sapi dan ayam, komoditas kopi, telur, susu, produk rokok, benih hortikultura, komoditas jagung, pakan ikan serta udang, beras, gula, ikan segar, produk fesyen, pupuk, bawang merah, hingga komoditas cabai merah kering. 

Di sisi lain, jenis pembelian komoditas yang berasal dari wilayah Kalimantan Barat mencakup kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, produk briket sisha, madu hutan, madu trigona, serta sejumlah komoditas hasil perikanan.

Agenda misi dagang tersebut turut membuahkan hasil berupa komitmen investasi nyata dari korporasi asal Jawa Timur di wilayah Kalimantan Barat. Investasi ini antara lain dialokasikan guna memperluas sektor industri pupuk bahan amelioran serta industri pupuk buatan hara makro primer yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, serta ekspansi sektor perkebunan sawit di Kabupaten Landak.

Sejumlah catatan transaksi skala besar turut mewarnai perhelatan tersebut. Perusahaan PT Phalosari Unggul Jaya yang merepresentasikan kalangan pelaku usaha bidang peternakan Jawa Timur sukses menjalin kesepakatan transaksi bersama CV Sujaya Food asal Kalimantan Barat. Pada sektor perdagangan umum, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya membukukan transaksi penjualan produk rokok kepada pihak PT Bentoel Prima di Pontianak. 

Sementara itu, pihak Tutur Coffee asal Pasuruan melepas produk green bean coffee kepada jaringan HIPKA Kota Pontianak, disusul oleh PT Suri Tani Pemuka Surabaya yang mencatatkan transaksi penjualan produk pakan ikan dan udang.

Dinamika arus perdagangan ini juga berjalan secara timbal balik dua arah. Perusahaan CV Satrya Abdi Buana Surabaya tercatat melakukan pembelian arang batok kelapa serta briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon di Kabupaten Mempawah, ditambah pasokan arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa di Pontianak. Di samping itu, CV Djadi Jaya Malang merekam transaksi penjualan komoditas kambing potong kepada pihak PT Ratu Mitra Abadi di Kabupaten Mempawah.

Penyelenggaraan Misi Dagang Jatim-Kalbar 2026 ini tercatat sebagai agenda keenam yang berhasil dihelat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama provinsi mitra lainnya sepanjang tahun ini. Kegiatan tersebut melibatkan keikutsertaan sebanyak 162 pelaku usaha, yang terdiri atas 62 entitas pelaku usaha asal Jawa Timur dan 100 entitas pelaku usaha asal Kalimantan Barat.

Merujuk pada catatan data Perdagangan Antarwilayah Jatim tahun 2024, nilai transaksi perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat pernah mencapai angka Rp4,31 triliun. Angka tersebut terdiri atas transaksi pembelian Jatim dari Kalbar sebesar Rp562,27 miliar serta besaran penjualan Jatim ke Kalbar yang mencapai Rp3,75 triliun. 

Adapun struktur pembelian Jatim dari Kalbar didominasi secara mutlak oleh lima komoditas utama, yakni minyak kelapa sawit mentah dengan porsi 63,84%, komoditas buah dan kernel kelapa sawit sebesar 27,78%, kayu gergajian mencapai 6,87%, buah tangerine mandarin clementine sebesar 1,49%, serta produk kemasan kertas dan karton sebesar 0,01%.

“Lima komoditas ini menyumbang 99,99% dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat,” ujar Khofifah.

Kerja sama perdagangan antarkedua provinsi ini sebelumnya juga pernah direalisasikan melalui forum Misi Dagang dan Investasi yang dilangsungkan pada tanggal 30 September 2022 di Pontianak. Pada masa itu, nilai total komitmen transaksi yang berhasil dibukukan mencapai angka Rp109,31 miliar melalui 24 rincian transaksi.

“Capaian misi dagang kali ini sangat jauh meningkat dari capaian sebelumnya pada 2022. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Gubernur Khofifah turut memandang sektor agribisnis peternakan sebagai salah satu potensi peluang kerja sama strategis yang sangat potensial untuk dikembangkan bersama antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

“Salah satu sektor unggulan di Jawa Timur adalah peternakan. Populasi sapi di Jawa Timur tinggi sekali, terbesar di Indonesia. Sektor ini bisa menjadi hal yang dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Bahkan, Gubernur Khofifah secara terbuka mengundang pihak Pemprov Kalimantan Barat untuk mengirimkan delegasi tim guna mengikuti program pelatihan inseminasi buatan yang dikelola oleh Balai Besar Inseminasi Buatan di bawah naungan Kementerian Pertanian yang berlokasi di Singosari, Jawa Timur. Di samping itu, wilayah Jawa Timur juga memiliki fasilitas UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak yang berada langsung di bawah koordinasi Dinas Peternakan Jawa Timur. Unit fasilitas tersebut memiliki fokus kerja pada pembibitan serta pemeliharaan komoditas ternak ruminansia kecil, seperti kambing dan domba.

Di sisi lain, performa perekonomian Jawa Timur terus memperlihatkan tren pencapaian kinerja yang positif. Sepanjang paruh pertama semester I/2026, tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat tumbuh sebesar 5,84% secara kumulatif (c-to-c), yang mana capaian tersebut berada di atas angka rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Jawa Timur memantapkan posisinya sebagai kontributor penyumbang perekonomian terbesar kedua di kawasan Pulau Jawa dengan persentase sumbangan mencapai 25,40% serta menyumbangkan porsi sebesar 14,34% terhadap total perekonomian nasional secara keseluruhan.

Secara struktur, perekonomian Jatim ditopang oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,11%, sektor perdagangan sebesar 18,22%, serta sektor pertanian yang menyumbang 11,20%. Kinerja sektor perdagangan regional ini juga membukukan surplus sebesar Rp210,1 triliun sepanjang kurun waktu tahun 2025 dan terus berlanjut hingga mencatatkan surplus senilai Rp100,35 triliun pada semester I/2026.

Khofifah menyatakan bahwa pencapaian tersebut merefleksikan kekuatan daya saing produk asal Jawa Timur sekaligus besarnya potensi aktivitas perdagangan antardaerah. Apabila diakumulasikan secara keseluruhan, Jawa Timur tercatat telah sukses menggelar sebanyak 53 kali misi dagang di dalam negeri sepanjang rentang waktu 2019 hingga 2026 dengan perolehan total komitmen transaksi menembus angka Rp41,28 triliun dari total 2.282 transaksi yang melibatkan hingga 2.654 pelaku usaha.

 Selain itu, Jatim juga aktif memperluas penetrasi pasar internasional melalui pelaksanaan delapan kali misi dagang luar negeri sejak tahun 2022 hingga Juli 2026 ke berbagai negara tujuan, di antaranya Arab Saudi, Malaysia, Timor Leste, Hong Kong, Jepang, serta Singapura. Total nilai perolehan transaksi dari rangkaian misi dagang internasional tersebut berhasil mencapai angka Rp33,18 triliun.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan sambutan serta tanggapan yang sangat positif terhadap terjalinnya kerja sama strategis ini. Menurut pandangannya, Kalimantan Barat masih memiliki banyak hal positif yang dapat dipelajari secara mendalam dari Jawa Timur, khususnya terkait strategi pengembangan sektor perdagangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kami pelajari dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” katanya.

Khofifah menaruh harapan besar agar pencapaian agenda misi dagang kali ini dapat menjadi landasan pijakan yang kokoh guna memperluas cakupan kerja sama perdagangan, investasi, serta kemitraan bisnis yang berkelanjutan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Terkini