WEHA Geber Elektrifikasi Armada DayTrans Demi Efisiensi Biaya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:42:31 WIB
Ilustrasi Sejumlah kendaraan melintasi gerbang tol Cilandak Utama.

JAKARTA - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mulai memacu langkah efisiensi lewat strategi elektrifikasi armada pada Semester II 2026 di tengah tekanan penurunan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun ini.

WEHA membukukan raihan laba bersih sebesar Rp11,7 miliar, terkoreksi 14 persen apabila dibandingkan dengan perolehan Rp13,6 miliar pada Semester I 2025. Adapun margin laba bersih perseroan tercatat melandai ke level 7,0 persen dari posisi sebelumnya 8,9 persen.

Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata memproyeksikan bahwa pemanfaatan armada kendaraan listrik pada lini bisnis intercity shuttle DayTrans berpotensi memberikan penghematan beban operasional hingga 10 persen.

“Untuk lini bisnis intercity shuttle DayTrans, penggunaan kendaraan EV diperkirakan dapat memberikan efisiensi biaya operasional sekitar 10%,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (12/8/2026).

Direktur DayTrans Yosepha Melani Darmawan menyampaikan bahwa perseroan secara bertahap mengeksekusi transformasi energi dari bahan bakar minyak menuju listrik melalui pemanfaatan unit Farizon SuperVan.

Sebagai gebrakan awal, DayTrans secara resmi telah mengoperasikan sebanyak delapan armada Farizon SuperVan terhitung sejak 10 Agustus 2026.

Kendati demikian, manajemen WEHA belum mematok angka pasti penambahan unit EV hingga akhir tahun 2026. Pihak perseroan memilih fokus mengevaluasi hasil uji coba serta tingkat efektivitasnya secara komprehensif.

“Terkated rencana penambahan armada EV hingga akhir tahun, saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan jumlah unit yang akan disiapkan. Kami masih akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan kendaraan listrik, baik dari sisi operasional, efisiensi biaya, maupun kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan,” ujar Yosepha.

Direktur Finance & Accounting WEHA Edgar Surjadi menambahkan bahwa inisiatif ini bakal dievaluasi sebagai opsi strategis guna memangkas ketergantungan pada BBM serta mengoptimalkan efisiensi operasional.

Inisiatif elektrifikasi ini menjadi langkah krusial bagi WEHA di tengah kenaikan pendapatan yang dibayangi pembengkakan beban usaha. Sepanjang Semester I 2026, WEHA mengantongi pendapatan bersih Rp168,7 miliar, atau tumbuh 10,6 persen secara tahunan.

Pertumbuhan omzet tersebut terutama ditopang oleh segmen angkutan antar kota yang melaju 16,7 persen dan menyumbang 94,4 persen dari total porsi kenaikan pendapatan konsolidasian perseroan.

Kenaikan pendapatan berhasil mendongkrak laba bruto WEHA sebesar 13,9 persen menjadi Rp60,6 miliar. Namun, lonjakan beban usaha hingga 18,9 persen menahan laju laba operasional sehingga hanya tumbuh 3,6 persen menjadi Rp18,1 miliar.

Tekanan paling berat melanda laba bersih yang terkoreksi 14 persen menjadi Rp11,7 miliar. Penurunan ini dipicu oleh pembengkakan beban lain-lain bersih menjadi Rp3,2 miliar akibat menyusutnya keuntungan dari hasil penjualan aset tetap.

"Kami akan terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan operasional, sekaligus menjaga pengelolaan biaya agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” imbuh Edgar.

Meskipun belum menetapkan target kuantitatif secara spesifik, jajaran manajemen WEHA menegaskan sikap optimistis terhadap prospek ekspansi bisnis dan rute-rute strategis perusahaan ke depan.

Terkini