Berlina Incar Dana Rp372.61 Miliar Melalui Aksi Rights Issue BRNA 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:17:02 WIB
Ilustrasi Kemasan Plastik.

JAKARTA - Perusahaan produsen kemasan plastik PT Berlina Tbk (BRNA) bersiap menggalang dana segar lewat Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue dengan target maksimal Rp372,61 miliar.

Berdasarkan dokumen prospektus di Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas pelaksanaan hak dieksekusi oleh pemegang saham pengendali PT Dwi Satrya Utama (DSU) melalui mekanisme konversi utang menjadi modal.

Dalam skema aksi korporasi ini, BRNA melepas sebanyak-banyaknya 543,95 juta saham baru atau setara 55,56 persen dari jumlah saham beredar sebelum PMHMETD III, pada harga penawaran Rp685 per lembar.

Fasilitas HMETD dibagikan kepada para pemegang saham yang terdaftar per 5 Oktober 2026, dengan rasio 9 saham lama berhak atas 5 HMETD di mana setiap 1 HMETD memberi hak membeli 1 saham baru.

DSU yang saat ini menggenggam 54,57 persen kepemilikan saham bakal mengeksekusi HMETD miliknya lewat mekanisme pemotongan (set-off) atas kewajiban pokok utang perseroan kepada DSU.

Mekanisme set-off tersebut juga diterapkan pada HMETD yang dialihkan dari Lisjanto Tjiptobiantoro dan PT Niaga Karya Tunggal kepada DSU.

Langkah rights issue ini secara otomatis membuka ruang bagi DSU untuk mengonversi piutangnya menjadi porsi penyertaan modal langsung ke BRNA.

Nominal pokok utang perseroan kepada DSU yang dapat dikonversi menjadi lembar saham baru dalam aksi PMHMETD III ini tercatat mencapai batas maksimal Rp264,38 miliar.

Di samping itu, DSU bertindak selaku Pembeli Siaga yang siap menyerap sisa lembar saham baru yang tidak dieksekusi oleh pemegang HMETD lainnya.

Guna menarik minat pemodal, BRNA menerbitkan maksimal 181,32 juta Waran Seri I secara gratis, dengan ketentuan setiap eksekusi 3 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I.

Setiap lembar Waran Seri I memberikan hak pemegang untuk membeli satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp800, yang dapat dieksekusi mulai 7 April 2027 sampai 8 Oktober 2029.

Potensi dana segar yang berpeluang dihimpun perseroan dari pelaksanaan seluruh Waran Seri I tersebut diperkirakan mencapai maksimal Rp145,05 miliar.

Bila masih terdapat sisa saham baru pascapenawaran, alokasi diprioritaskan bagi pemesan tambahan sebelum sisa akhirnya diserap oleh DSU sesuai posisinya sebagai Pembeli Siaga.

Pelaksanaan aksi rights issue ini dipastikan bakal menambah jumlah saham BRNA yang beredar di publik secara signifikan hingga 55,56 persen.

Pertambahan lembar saham baru juga berpotensi terus melonjak seiring masa berlaku eksekusi Waran Seri I yang diterbitkan perseroan.

Terkini