Tangani Gempa NTT Pemerintah Kirim 27 Ton Bantuan dan 3500 Personel

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:56:32 WIB
Tangani Gempa NTT Pemerintah Kirim 27 Ton Bantuan dan 3500 Personel.

JAKARTA - Pemerintah menyalurkan ribuan personel gabungan serta puluhan ton logistik guna mempercepat penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah, hingga Sabtu (15/8/2026) malam, total sebanyak 27 ton bantuan logistik berhasil dikirimkan ke daerah-daerah terdampak di NTT.

“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu, dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Di samping pasokan bantuan logistik, pemerintah juga menerjunkan kekuatan lebih dari 3.500 personel TNI-Polri untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.

“Langsung di hari kejadian, TNI-Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 personel ke berbagai daerah pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT,” kata Teddy.

Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kerja sama lintas sektor dalam merespons situasi pascagempa.

Presiden RI juga telah memerintahkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk segera bertolak ke NTT pada hari kejadian guna memastikan operasional penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial diterjunkan bersama unsur PLN, Pertamina, dan Telkom.

Kehadiran jajaran lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan dapat mengakselerasi pemenuhan kebutuhan masyarakat, mulai dari evakuasi korban hingga pemulihan layanan dasar.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelumnya diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu malam pukul 18.48 WIB, tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Berdasarkan data sementara pada Sabtu pukul 18.48 WIB, BNPB merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang,” kata Berton.

Selain menelan korban jiwa, BNPB melaporkan lebih dari 5.000 warga harus mengungsi serta ratusan unit rumah mengalami kerusakan.

Data sementara BMKG per pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga meluas ke fasilitas umum, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, serta enam bangunan kantor.

Terkini