Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik Pascagempa NTT, Infrastruktur Pulih

Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:43:01 WIB
Pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah terus memacu percepatan penanganan bencana gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Memasuki hari kelima pascabencana, pemerintah tercatat telah menyalurkan sebanyak 253 ton bantuan logistik ke daerah terdampak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa armada pengiriman paling baru mengerahkan lima armada pesawat terbang yang mengangkut 65 ton logistik. Seluruh penerbangan tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (19/8/2026) sekitar jam 04.00 WIB sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik,” ujar Teddy.

Pasokan bantuan yang disalurkan mencakup bahan makanan, air minum, tenda pengungsian, alat-alat kesehatan, serta perlengkapan pendukung lainnya. Demi menunjang kelancaran distribusi logistik ke berbagai pelosok wilayah, pemerintah mendirikan dua posko utama yang berlokasi di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko yang berada di Labuan Bajo difungsikan sebagai titik penyaluran bantuan menuju wilayah Manggarai dan Ngada. Di sisi lain, Posko Maumere disiapkan guna mendistribusikan logistik menuju Sikka, Ende, serta Nagekeo.

Proses penanggulangan bencana ini dilakukan melalui jalur udara, perairan laut, hingga darat. Pengangkutan via jalur udara didukung armada helikopter, pesawat jenis Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil. Di sektor perairan laut, tiga unit KRI milik TNI Angkatan Laut sudah siaga di titik lokasi, sementara satu kapal rumah sakit siap digerakkan dalam waktu dekat.

Akses jalan darat dilaporkan telah dapat diakses kembali sejak hari kedua pascabencana.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Teddy.

Infrastruktur Vital Mulai Dipulihkan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan proses pemulihan infrastruktur krusial yang terdampak gempa di NTT sedang berjalan, meliputi ruas jalan nasional, jembatan, hingga bendungan.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen Bina Marga beserta BPJN NTT telah menerjunkan tim teknis dan alat-alat berat guna memulihkan sedikitnya sembilan ruas jalan nasional yang sempat terputus akibat longsoran. Dari total 33 titik timbunan longsor yang menutupi akses jalan, sebanyak 32 titik di antaranya telah tertangani secara darurat sehingga konektivitas jalan dapat difungsikan kembali.

Di samping itu, empat lokasi retakan patahan jalan serta kerusakan jembatan dan perlintasan plat duiker pun terus ditangani agar aman dilalui kendaraan.

“Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa bumi NTT. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, prioritas utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan,” ujar AHY dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (18/8/2026).

Sektor pengelolaan air dan pasokan sumber daya air turut diprioritaskan dalam langkah pemulihan. AHY menegaskan, pemeriksaan awal pada Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay menunjukkan kondisi fisik ketiganya masih berada dalam keadaan aman.

Bantuan Masyarakat Rp2,16 Miliar

Danantara Indonesia mengabarkan bahwa jumlah donasi masyarakat bagi para korban gempa NTT telah terhimpun hingga Rp2,16 miliar. Bantuan tersebut dikumpulkan lewat pemindaian QR Code dalam gelaran acara Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan.

Danantara juga mengordinasikan langkah penanganan cepat lintas BUMN untuk memasok kebutuhan pokok pengungsi. Perhatian difokuskan pada pemulihan pasokan listrik, jaringan telekomunikasi, hingga distribusi pasokan bahan bakar.

BNPB menerangkan bahwa pengiriman logistik telah disebarkan ke lima wilayah kecamatan di Kabupaten Sikka, meliputi Palue, Alok Barat, Hewokloang, Talibura, dan Kangae. Pemerintah turut mendirikan 882 unit tenda—terdiri dari 215 tenda pengungsi umum dan 667 tenda keluarga—serta mengerahkan dua unit fasilitas rumah sakit lapangan.

Dari segi pemenuhan layanan dasar, pihak PLN telah berhasil memulihkan aliran listrik bagi 99,9% pelanggan terdampak. Sementara itu, tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Manggarai Timur telah menyentuh 98,3% dan Ende mencapai 96,3%.

Danantara bersama pihak BUMN mulai mendata kebutuhan tahap lanjutan, termasuk inventarisasi rumah warga yang mengalami kerusakan berat demi mempersiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Korban Meninggal Capai 70 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data korban jiwa akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Flores, NTT, telah mencapai 70 orang hingga Rabu (19/8/2026). Selain korban meninggal, sebanyak 1.182 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan berkisar 40.000 jiwa berada di pengungsian.

Jumlah tersebut memperlihatkan peningkatan dibandingkan pendataan BNPB sebelumnya yang mencatat angka 68 korban jiwa per Senin (17/8/2026).

Di lain sisi, rentetan gempa susulan masih terus terekam. BMKG mencatat terdapat 2.768 kali gempa susulan hingga Rabu (19/8) pukul 06.00 WITA, dengan guncangan terkuat berada pada kisaran magnitudo 6,2.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya menyebutkan bahwa guncangan gempa bermagnitudo 7,7 ini dipicu oleh aktivitas sesar naik di struktur busur belakang Flores (Flores back arc thrust). Struktur sesar aktif tersebut menyimpan potensi bahaya gempa bumi hingga skala magnitudo 7,8–7,9.

Terkini