Penjajakan Bisnis UMKM Kemendag Tembus Angka Rp5,95 Triliun di 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 00:09:32 WIB
Ilustrasi Bisnis UMKM.

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membukukan capaian program penjajakan kemitraan bisnis (business matching) bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bersama calon pembeli (buyer) internasional senilai 333,68 juta dolar AS atau setara Rp5,95 triliun sepanjang Januari-Juli 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menerangkan bahwa torehan angka tersebut mencakup pesanan pembelian (purchase order/PO) sebesar 58,06 juta dolar AS serta estimasi transaksi senilai 275,61 juta dolar AS.

"Sepanjang Januari-Juli 2026, Kemendag telah mempertemukan lebih dari seribu UMKM dengan buyer dari berbagai negara. Nilai PO dan potensi transaksi tercatat mencapai 333,68 juta dolar AS dan sebagian UMKM tersebut belum pernah mengekspor," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Dari total 546 agenda business matching yang dijembatani oleh pihak Kemendag, sebanyak 281 kegiatan direalisasikan dalam bentuk presentasi bisnis (pitching) bersama jajaran perwakilan perdagangan RI di mancanegara.

Adapun 265 agenda sisanya dilaksanakan dalam wujud tatap muka langsung bersama para buyer. Khusus untuk periode Juli 2026, diselenggarakan sebanyak 122 business matching yang memfasilitasi 396 pelaku UMKM.

Inisiasi business matching oleh Kemendag ini mengikutsertakan jaringan perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor demi mempertemukan para pegiat usaha dengan calon mitra bisnis yang sesuai pada kriteria produk dan kebutuhan pasar.

Rangkaian kegiatan pada bulan tersebut meliputi 44 sesi pitching serta 78 sesi tatap muka bersama buyer. Di samping itu, tercatat partisipasi dari 79 buyer yang berasal dari 15 negara.

Pelaksanaan business matching pada kurun waktu tersebut berhasil mengantongi nilai transaksi sebesar 82,33 juta dolar AS, gabungan dari porsi PO sebesar 21,34 juta dolar AS dan potensi transaksi senilai 60,99 juta dolar AS.

Sejumlah negara yang disasar sebagai pasar tujuan pada agenda business matching Juli 2026 di antaranya Malaysia, Inggris, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Nigeria, Meksiko, China, hingga Australia.

Berbagai ragam komoditas yang dilirik buyer mencakup produk olahan susu, pakan ternak, sarang burung walet, produk farmasi, fesyen, kerajinan tangan, ornamen rumah, makanan-minuman olahan, serta kelapa, batu damar, minyak atsiri, kopi, furnitur, herbal, arang kelapa, dan briket.

"Keragaman negara tujuan dan produk yang diminati menunjukkan luasnya peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM," kata Puntodewi.

Fajarini menegaskan bahwa langkah penguatan program business matching bakal terus digencarkan sebagai bentuk komitmen untuk mendongkrak daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar ekspor bagi produk lokal.

Kemendag bertekad memperkokoh pendampingan serta penyediaan fasilitas agar kian banyak entitas UMKM yang siap bersaing di pasar Internasional. Puntodewi berharap, peluang yang diraih lewat business matching ini dapat terealisasi menjadi hubungan dagang serta transaksi ekspor yang berkelanjutan.

Terkini