Rupiah Diprediksi Bergerak di Rp17.800-Rp17.900 per Dolar AS Hari Ini

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:26:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS dalam transaksi hari ini, Rabu (19/8/2026).

Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures, mata uang garuda ditutup bertekuk lutut 0,36% atau tergerus 64 poin menuju posisi Rp17.862 per dolar AS pada Selasa (18/8/2026). Pergerakan ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang di Asia yang tertekan pada sesi perdagangan kemarin.

Di lingkup regional Asia, peso Filipina mencatatkan rekor penurunan paling dalam yakni 0,50%. Kedudukan selanjutnya ditempati dolar Taiwan yang menyusut 0,36%, disusul rupiah yang turut terkoreksi 0,36%. Pelemahan berikutnya dialami yen Jepang sebesar 0,17%, mengekor baht Thailand 0,16%, rupee India 0,06%, dolar Singapura 0,05%, serta yuan China 0,04%.

Di tengah lesunya mayoritas mata uang kawasan Asia, beberapa mata uang justru berhasil bergerak menguat di hadapan dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,40%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,13%, serta dolar Hong Kong yang menanjak tipis 0,01%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpandangan bahwa langkah rupiah dibayangi oleh sikap waspada para investor menyongsong Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dihelat besok. Pelaku pasar pun mulai mencermati rilis data neraca transaksi berjalan yang dijadwalkan meluncur pada Jumat (21/8/2026).

Dua agenda domestik ini menjadi pusat perhatian lantaran dapat memberikan indikasi mengenai arah kebijakan moneter dan kondisi fundamental eksternal Indonesia.

"Rupiah ditutup melemah ke level 17.862 per dolar AS di tengah kehati-hatian investor menjelang RDG BI besok dan rilis data neraca transaksi berjalan Jumat ini," ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Di samping sentimen dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta merangkaknya harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut berpotensi menggenjot permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus memperbesar tekanan bagi negara-negara pengimpor energi.

09:12 WIB: Rupiah Dibuka Menguat 0,11% Mengacu pada data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.50 WIB, rupiah dibuka di posisi Rp17.843 atau menguat 0,11% dari level sebelumnya. Data pasar turut memperlihatkan mayoritas mata uang Asia melaju di zona hijau terhadap dolar AS. Lonjakan paling tinggi diraih won Korea Selatan sebesar 0,79%, disusul yen Jepang 0,18%, dolar Taiwan 0,17%, dan dolar Singapura 0,10%.

13:05 WIB: Rupiah Melaju 0,2% Rupiah terpantau terus menguat 0,12% atau bertambah 21 poin menuju posisi Rp17.830 pada pukul 13.03 WIB.

15:25 WIB: BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah berada pada level Rp17.840 per dolar AS, menguat 0,12% jika dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.862 per dolar AS.

Terkini