Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:09:31 WIB
Ilustrasi Rupiah.

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengakhiri sesi perdagangan Jumat (21/8/2026) dengan torehan positif usai ditutup menguat 0,30 persen menuju level Rp17.694 per dolar AS.

Mengutip data analisis Doo Financial Futures, mata uang garuda mengawali perdagangan pagi pukul 09.05 WIB dengan kenaikan 0,08 persen ke posisi Rp17.734 per dolar AS.

Penguatan rupiah berlanjut hingga pertengahan hari dengan kenaikan 0,39 persen atau 69 poin ke level Rp17.705 per dolar AS, sebelum akhirnya mantap menguat di zona hijau pada sore hari.

Pencapaian ini menempatkan rupiah di barisan mata uang kawasan Asia yang sukses mengungguli greenback.

Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), rupiah juga ditutup naik 0,52 persen ke posisi Rp17.747 per dolar AS, bersamaan dengan mayoritas mata uang Asia seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, hingga yuan China.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa tekanan pada indeks dolar AS terpicu oleh kecemasan pasar terhadap potensi kebuntuan berkepanjangan di kawasan Selat Hormuz seiring pembatasan ekonomi baru AS atas Iran.

“Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan adanya penurunan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, karena sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur perairan vital tersebut akibat tidak adanya sinyal yang jelas mengenai pembukaan kembali jalur itu setelah sempat ditutup akibat konflik yang melibatkan Iran,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Ibrahim menambahkan, dinamika pasar turut dipengaruhi oleh risalah rapat The Fed periode Juli yang memberi sinyal peluang kenaikan suku bunga jika laju inflasi belum juga mereda.

Dari ranah domestik, pelaku pasar merespons positif rencana pemerintah dalam memangkas alokasi kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2027 mendatang.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” tegas Ibrahim.

Terkini