BCA Tebar Dividen Rp3,07 Triliun, Cair 16 September 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:57:32 WIB
Ilustrasi Pekerja beraktivitas Di PT Bank Central Asia Tbk di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menyalurkan dividen interim kepada para pemegang saham. Dari total alokasi dividen interim kuartal III tahun buku 2026 yang bernilai Rp3,07 triliun, sekitar Rp1,69 triliun berpotensi mengalir kepada entitas pengendali perseroan, yakni PT Dwimuria Investama Andalan.

Merujuk pada struktur kepemilikan saham BCA, PT Dwimuria Investama Andalan tercatat menguasai 67,73 miliar lembar saham atau setara porsi kepemilikan 54,942%. Lewat porsi saham tersebut, pengendali perseroan ini berhak mengantongi sekitar 54,942% dari seluruh dana dividen interim yang dibagikan BCA.

Sebagai catatan, Dwimuria Investama Andalan merupakan entitas investasi yang dikendalikan oleh keluarga Hartono, yaitu Robert Budi Hartono bersama Bambang Hartono.

Di sisi lain, sisa kuota dividen sekitar Rp1,37 triliun bakal disalurkan kepada para pemegang saham publik. Kepemilikan masyarakat tercatat mencapai kisaran 44,642%, yang terbagi atas publik warkat sebesar 2,508% dan publik nonwarkat sebesar 42,134%.

Sebelumnya, BCA mengumumkan eksekusi pembagian dividen interim kuartal III tahun buku 2026 senilai Rp3,07 triliun. Pembayaran ini menjadi wujud eksekusi kedua dari agenda perseroan yang berniat membagikan dividen interim sebanyak tiga kali di sepanjang tahun 2026.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengutarakan bahwa aksi pembagian dividen ini mempertimbangkan struktur permodalan yang kokoh, kondisi likuiditas yang melimpah, rencana ekspansi bisnis perseroan maupun anak usaha, serta kualitas aset yang senantiasa terjaga.

“Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026. Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026,” ujar Hendra.

Adapun penyaluran dividen tersebut dieksekusi sejalan dengan tren pertumbuhan kinerja BCA yang terus melaju. Hingga Juni 2026, akumulasi kredit BCA mencatatkan kenaikan 8% secara tahunan (year on year/yoy) hingga menembus Rp1.036 triliun, yang sekaligus menjadi kali pertama melampaui ambang Rp1.000 triliun.

Pencapaian penyaluran pembiayaan tersebut ditopang oleh perolehan dana giro dan tabungan (CASA) yang menyentuh Rp1.082 triliun atau tumbuh 10,2% yoy. Selain itu, perolehan laba bersih BCA beserta entitas anak sepanjang semester I 2026 berhasil menyentuh Rp29,5 triliun.

Sementara itu, proses pencairan dividen interim kuartal III tahun buku 2026 ini dijadwalkan bakal berlangsung pada 16 September 2026.

Terkini