Tangani 306 Hotspot Riau, Prabowo Perintahkan Pembuatan Sumur Bor

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:38:32 WIB
Petugas Manggala Agni Sumatera IV Daops Pekanbaru melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Minggu (20/7/2025) [FOTO: NET].

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk segera menanggulangi 306 titik panas atau hotspot yang terpantau di Riau agar tidak berlanjut menjadi titik api.

Kepala Negara bahkan mengarahkan pembuatan sumur bor di kawasan sekitar hotspot sebagai tindakan pencegahan. Instruksi itu diutarakan Prabowo saat memimpin rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/8). Ia menekankan agar jajaran terkait tak berdiam diri hingga hotspot berubah menjadi kebakaran.

"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya tolong ya, masuk ke titik hotspot itu. Segera aja masuk ambil tindakan dini," tegas Prabowo.

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal pada kesempatan rapat memaparkan sebanyak 306 hotspot terdeteksi di area Riau hingga 23 Agustus 2026. Dari total tersebut, tujuh titik telah berkembang menjadi titik api yang tersebar di empat kabupaten.

"Untuk per tanggal kemarin 23 Agustus, terdeteksi hotspot di Provinsi Riau sebanyak 306 titik," kata Edy.

Tujuh titik api itu berada di kawasan Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar. Rinciannya meliputi satu titik di Pelalawan, dua titik di Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, serta dua titik di Kampar.

"Yang sudah menjadi terbakar tujuh titik yaitu tersebar di empat kabupaten. Pertama di Kabupaten Pelalawan satu titik, Indragiri Hilir dua titik, Indragiri Hulu dua titik, Kampar dua titik," ujarnya.

Menurut penjelasan Edy, area kebakaran yang tergolong masih cukup luas berada di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, serta Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

"Saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan itu di Kerumutan dan Kabupaten Kampar di Ribo Panjang," katanya.

Secara keseluruhan, akumulasi luasan lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 telah menyentuh 16.277,50 hektare. Pada rentang waktu yang sama, tercatat 10.514 hotspot dengan 521 di antaranya sempat berubah menjadi titik api.

"Untuk luasan terbakar dari di Provinsi Riau dari Januari sampai dengan bulan Agustus ini berjumlah sebanyak 16.277,50 hektare," ujar Edy.

Edy menyebutkan bahwa mayoritas titik api tersebut kini telah berhasil dipadamkan sehingga saat ini menyisakan tujuh titik.

"Alhamdulillah sudah bisa kami padamkan sehingga tinggal dari saat ini ada tujuh titik tadi yang kami sampaikan sebelumnya," katanya.

Presiden Prabowo kemudian mendalami keterangan terkait sisa luasan lahan yang masih terbakar. Edy mengonfirmasi bahwa cakupannya kini tersisa sekitar 900 hektare.

"Jadi dari 16.000 hektare yang terbakar, sekarang tinggal 900," kata Prabowo.

"900 hektare," jawab Edy.

Presiden Prabowo menginstruksikan agar tujuh titik api tersisa ditangani secepatnya dan meminta pelibatan kekuatan TNI-Polri jika dibutuhkan guna mempercepat proses pemadaman.

"Saya kira ini cukup membanggakan ya, kalian mengatasi 15.000 hektare. Ah, ini saya yakin yang 900 ini bisa segera. Kerahkan TNI-Polri ya, kerahkan kekuatan kami. Kalau Anda perlu tambahan bantuan segera laporan," tutur Prabowo.

Selain memprioritaskan pemadaman, Prabowo mendorong penguatan mitigasi di area yang baru terdeteksi sebagai hotspot. Salah satu opsi langkah konkret yang diusulkannya adalah pembuatan sumur bor.

"Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?" tanya Prabowo.

Edy mengiyakan bahwa pembuatan sumur bor memungkinkan untuk dieksekusi dengan tingkat kedalaman sekitar 30 sampai 50 meter.

"Siap bisa Pak. Kedalamannya antara 30 sampai 50 meter itu bisa kami bikin," jawab Edy.

Merespons kesiapan tersebut, Presiden Prabowo meminta pembuatan sumur bor segera direalisasikan di titik-titik hotspot. Ia menegaskan kembali agar tindakan pencegahan ini dilaksanakan sebelum titik panas berubah menjadi titik api.

"Segera aja di 300 titik langsung bikin bor air. Ya langsung ke situ langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api," pungkas Prabowo.

Terkini