Tangani Asap Karhutla, Pemprov Riau Siapkan 110.

Senin, 24 Agustus 2026 | 21:31:31 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau menyiagakan sekitar 110.000 masker guna disalurkan kepada warga yang terkena dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terkhusus di Kabupaten Pelalawan yang saat ini menjadi salah satu area dengan sebaran titik panas paling dominan.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt. Gubri) SF Hariyanto mengutarakan persediaan masker tersebut bakal mulai didistribusikan ke kawasan terdampak pada Senin (24/8/2026). Selain ketersediaan masker, paket bantuan yang disiapkan turut mencakup pasokan obat-obatan dan kebutuhan medis pendukung lainnya.

"Stok masker kami ada 110.000. Sampai November nanti, kami harus cukup stok," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).

Menurut penjelasannya, penyaluran bantuan bakal diprioritaskan untuk masyarakat yang terpapar asap serta jajaran personel yang masih berjuang melakukan pemadaman karhutla di lokasi.

"Besok kami akan menyalurkan berbagai bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam yang bertugas di lapangan," ujarnya.

SF Hariyanto menginstruksikan agar persediaan masker yang dikuasai saat ini dapat segera difungsikan demi memenuhi kebutuhan kawasan terdampak. Namun demikian, skema distribusi tetap wajib memperhitungkan alokasi pasokan hingga beberapa bulan ke depan, menimbang potensi karhutla dan kepulan kabut asap yang masih bergulir.

Guna memperkuat ketersediaan pasokan, Pemprov Riau turut mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat. Dinas Kesehatan Riau telah melayangkan surat resmi kepada kementerian terkait demi memohon tambahan bantuan proteksi kesehatan bagi warga terdampak paparan asap.

"Sampai November nanti, stok masker kami harus cukup. Ini Dinas Kesehatan sudah bersurat juga ke Kementerian untuk mengajukan bantuan, Alhamdulillah direspons baik," kata SF Hariyanto.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut bertindak sebagai skema antisipasi pemerintah apabila sebaran kabut asap makin meluas dan memicu kenaikan kebutuhan masker maupun obat-obatan. Sokongan kesehatan tersebut juga diarahkan bagi jajaran pemadam yang masih menjalankan penugasan di titik karhutla.

Di samping publik secara umum, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan yang terdampak pemburukan kualitas udara, termasuk kategori ibu hamil dan anak balita.

Mengacu pada rekap data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 355 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau. Dari total angka tersebut, Kabupaten Pelalawan menyumbang hotspot paling banyak, yakni mencapai 216 titik.

Pemkab Pelalawan sendiri sebelumnya telah mengajukan permohonan 18.000 masker kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Fasilitas masker tersebut kelak bakal disebarkan kepada para pelajar yang terdampak kabut asap karhutla.

Terkini