Ekspansi Bisnis Sewa Kendaraan, ASSA Raih Kredit Rp40 Miliar dari BNGA

Ekspansi Bisnis Sewa Kendaraan, ASSA Raih Kredit Rp40 Miliar dari BNGA
Jajaran manajemen PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dalam RUPST, 24 Juni 2025 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) mengamankan tambahan kucuran pembiayaan sebesar Rp40 miliar dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) guna memperkuat pengadaan armada kendaraan sewaan.

Corporate Secretary PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) Jerry Fandy Tunjungan mengutarakan bahwa kesepakatan modal ini terealisasi melalui penandatanganan Perjanjian Kredit bersama Bank CIMB Niaga yang difungsikan sebagai fasilitas pembiayaan tambahan.

Ia memaparkan bahwa fasilitas ekstra tersebut berbentuk Pinjaman Tetap senilai Rp40 miliar, sehingga mengerek plafon pokok pembiayaan perseroan dari yang sebelumnya Rp60 miliar menjadi sebesar Rp100 miliar.

"Hal tersebut adalah untuk penambahan modal kerja perseroan," tulis Jerry dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026).

Jerry menambahkan bahwa suntikan modal tambahan dari perbankan tersebut dialokasikan untuk membiayai pembelian unit-unit kendaraan baru yang akan disewakan kepada para pelanggan perseroan. Langkah ini diharapkan sanggup mengerek pendapatan perseroan seiring dengan berkembangnya kegiatan bisnis.

Berdasarkan data Bisnis.com, Rabu (14/8/2026), kekuatan operasional ASSA konsisten disokong oleh lini bisnis penyewaan, logistik, serta ekosistem perdagangan mobil bekas. Lini bisnis utama perseroan terus mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari segmen sewa pada semester I/2026 membukukan angka Rp1,04 triliun, atau terangkat 6,5% secara tahunan.

Sementara itu, kontribusi pendapatan dari lini logistik menembus Rp1,35 triliun, atau melonjak 13,1%. Di samping itu, model bisnis long-term rental memberikan peluang bagi ASSA untuk ikut meraih ceruk pasar dari tren adopsi kendaraan listrik (EV) di lingkungan korporasi.

Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menilai prospek ASSA tetap positif setelah capaian pendapatan semester I/2026 tumbuh sekitar 8%, sejalan dengan proyeksi target sepanjang tahun 2026. Ditambah lagi, melandainya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menyusul kesepakatan damai sementara dianggap menjadi angin segar bagi emiten sektor transportasi seperti ASSA.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (24/6/2026), ASSA terus mengandalkan skema pembiayaan perbankan guna menopang ekspansi bisnisnya. Sepanjang tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capex) di kisaran Rp1,5 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian armada kendaraan baru serta peremajaan armada yang ada.

Kendati demikian, manajemen perseroan memilih bersikap cermat dan konservatif dalam menetapkan target kinerja 2026. ASSA membidik pertumbuhan pendapatan (top line) pada kisaran 5%-10% dengan target kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah. Pihak perseroan mencermati masih tingginya dinamika faktor eksternal yang membayangi, seperti fluktuasi harga energi, lanskap makroekonomi global, hingga pergeseran arah permintaan pasar.

Capaian kinerja ASSA pada kuartal I/2026 ditandai oleh lonjakan pendapatan yang solid, meski perolehan laba bersih mengalami koreksi tipis. Per Maret 2026, perseroan membukukan akumulasi pendapatan sebesar Rp1,54 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (YoY) dari posisi Rp1,39 triliun pada kurun yang sama tahun lalu. Adapun dari sisi laba bersih, ASSA mengantongi Rp98,47 miliar, atau melandai 3,25% ketimbang perolehan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index