PT Pelabuhan Tanjung Priok Melebur ke PMT Sinyal IPO Pelindo Group

Senin, 24 Agustus 2026 | 02:21:36 WIB
Pelindo Grup melalui PTP Nonpetikemas sebagai operator terminal, perdana layani bongkar Petikemas di Terminal Kijing, melalui kedatangan kapal TB Megah.

JAKARTA - Konsolidasi entitas anak Pelindo Group resmi bergulir. Aksi korporasi di bawah naungan Danantara ini sekaligus memberi sinyal arah penataan BUMN menuju peluang penawaran umum perdana saham (IPO) di masa depan.

Sinyal tersebut mengemuka seiring rencana penggabungan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) ke dalam PT Pelindo Multi Terminal (PMT).

Berdasarkan rancangan penggabungan yang dipublikasikan pada Senin (24/8/2026), PMT bertindak sebagai entitas penerima penggabungan (surviving entity), sementara PTP bakal melebur dan berakhir demi hukum per 1 Oktober 2026.

Direksi kedua perseroan menyatakan penggabungan ini merupakan langkah untuk mendukung inisiatif PT Danantara Asset Management dalam menata anak usaha serta mengoptimalkan pengelolaan BUMN beserta entitas turunannya.

Aksi korporasi tersebut seturut dengan peta jalan transformasi lima tahun yang dimatangkan Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara.

Dalam dokumen pemetaan transformasi ini, tahun 2026 ditetapkan sebagai periode konsolidasi dan restrukturisasi menyeluruh sebelum BUMN berkapitalisasi besar diarahkan menuju initial public offering (IPO).

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya mengungkapkan bahwa tahun pertama difokuskan pada pembenahan dan konsolidasi internal secara komprehensif.

"Tahun pertama ini tematiknya seluruh perusahaan itu konsolidasi dan restrukturisasi. Setelah fondasi rampung, baru aksi IPO dipacu pada tahun keempat," ujar Dony di Jakarta pada 5 Agustus 2026.

Dony memberikan sinyal bahwa Pelindo masuk dalam deretan BUMN yang berpotensi melantai di bursa, bersanding dengan nama lain seperti PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

"Banyak perusahaan-perusahaan kami yang bagus, yang akan segera IPO. Contohnya masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kami IPO-kan nanti" ucap Dony.

Di sisi lain, sebelum merger berlaku efektif, PMT akan menguasai 100 persen saham PTP setelah menyerap porsi saham milik PT Integrasi Logistik Cipta Solusi.

PMT yang berkedudukan di Medan selama ini mengelola jaringan terminal nonpetikemas nasional, sedangkan PTP merupakan operator terminal multipurpose di pelabuhan tersibuk Indonesia, Tanjung Priok.

Setelah merger, seluruh aset, liabilitas, operasional, hingga kesepakatan dengan pihak ketiga milik PTP akan beralih penuh kepada PMT demi menjamin keberlanjutan layanan tanpa mengganggu mata rantai logistik nasional.

Terkini