Tinjau Pengungsi Gempa NTT, Menteri PPPA Jamin Kebutuhan Terpenuhi

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:22:01 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi memastikan bahwa segala kebutuhan masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal segera tercukupi.

"Kami bawa pampers untuk anak-anak, pampers dewasa, bubur bayi, susu. Tetapi, belum semua bantuan bisa terbawa. Masih ada (sebagian) di Bandara Halim Perdanakusuma, karena transportasinya yang agak sulit," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi saat menemui para pengungsi di Posko SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Rabu (26/8/2026).

Kendati demikian, pihak masyarakat dihimbau untuk tetap bersabar, lantaran proses pengiriman logistik bantuan dilakukan secara bertahap serta memerlukan waktu mengingat tantangan medan transportasi yang tidak mudah.

"Pesawat-pesawat Hercules enggak berhenti mengirimkan bantuan untuk masyarakat di NTT. Jadi, mohon kesabarannya. Mungkin kami tidak bisa sempurna, semuanya harus dapat. Tapi, paling tidak bantuan akan merata hingga ke daerah-daerah," kata Arifah Fauzi.

Pihaknya turut menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam upaya pemenuhan kebutuhan warga terdampak gempa, melainkan menuntut adanya sinergi serta kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan yang sama, pihak kementerian turut menggandeng berbagai organisasi mitra KemenPPPA yang selama ini aktif menghimpun uluran tangan bantuan.

"Ini yang membantu kami hadirkan di sini supaya mereka melihat bila masih ada bantuan yang kurang, mereka bersedia untuk memberikannya lagi," katanya.

Ia memberikan jaminan bahwa jajaran pemerintah terus berikhtiar secara maksimal guna meratakan distribusi bantuan bagi seluruh warga yang terdampak bencana gempa.

"Kami punya banyak titik di beberapa kabupaten. Tapi percayalah pemerintah akan memberikan yang terbaik, tapi kami juga punya keterbatasan. Tidak semua dalam hari yang sama dapat disentuh (bantuan), karena kondisinya yang membutuhkan waktu. Banyak yang mau kami distribusikan, tapi belum semuanya bisa terbawa ke sini," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Sementara itu, Koordinator Posko Pengungsi Konggang, Ferdinandus Radin, mengungkapkan kondisi di poskonya yang saat ini amat mendesak pasokan kebutuhan spesifik bagi kelompok masyarakat rentan.

"Kami baru disentuh bantuan itu dari Plan Indonesia, dan hari ini harapan kami Ibu Menteri betul-betul menyentuh kondisi atau kebutuhan pengungsi yang ada di sini. Kami sangat membutuhkan susu, bubur untuk bayi, pampers untuk anak-anak, lansia, kebutuhan ibu menyusui dan juga ibu hamil," kata Ferdinandus.

Berdasarkan pendataan di Posko Pengungsi SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, tercatat ada sebanyak 98 kepala keluarga yang mencakup total 380 jiwa pengungsi.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, tercatat rincian yang meliputi 4 orang ibu hamil, 2 bayi, 37 balita, 3 penyandang difabel, serta 28 warga kategori lanjut usia.

Terkini