KRI Gajah Mada Dikawal Kapal Perang dan Pesawat Udara TNI AL

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:41:32 WIB
Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi.

JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana TNI Tunggul mengatakan kapal perang dan pesawat TNI AL akan menyambut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada saat memasuki wilayah perairan Indonesia.

"Akan ada pengawalan minimal dua KRI Frigate Indonesia dan pesawat udara Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) pada saat memasuki perairan Indonesia, sekaligus unsur udara mencoba on board di Garibaldi," kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Kadispenal menjelaskan kapal perang tersebut akan memperoleh pengawalan setelah bertolak dari Italia melewati sejumlah rute.

"Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Frigate Italia," ucap Tunggul.

Usai tiba di perairan Nusantara, KRI Gajah Mada bakal dikawal menuju Jakarta untuk mengikuti prosesi upacara penyambutan kapal.

Oleh karena itu, pihak TNI AL berharap pelayaran KRI Gajah Mada dari Italia menuju Jakarta dapat berlangsung aman dan tanpa kendala.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya menyampaikan bahwa kapal tersebut diproyeksikan mendarat di Indonesia pada kisaran 15-20 September.

"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit di Jakarta, Senin (24/8).

Sepanjang rute perjalanan menuju Tanah Air, kapal tersebut masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia.

Setibanya di Indonesia, kapal perang hasil skema hibah antarpemerintah ini bakal berganti bendera menjadi Sang Saka Merah Putih serta diresmikan dengan nama KRI Gajah Mada.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia, tetapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar Ali.

Menurut KSAL, armada kapal tersebut akan mengarungi perjalanan lebih dari 20 hari menembus Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan ketat dari kapal perang Italia.

"Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tetapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," katanya.

KSAL menambahkan bahwa upacara pengukuhan serta peresmian pergantian bendera Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026 yang direncanakan bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada," katanya.

KSAL sebelumnya turut mengungkapkan bahwa kapal induk ini nantinya dapat difungsikan untuk pengoperasian helikopter milik TNI AL, TNI AU, maupun TNI AD.

Guna mendukung kelancaran operasinya, TNI AL juga akan menyiapkan program pelatihan bagi para pilot agar mampu melakukan pendaratan tepat di atas kapal tersebut.

Terkini