Studi Ungkap Waktu Sarapan Terbaik yang Berpengaruh pada Umur Panjang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:20:31 WIB
Ilustrasi Sarapan.

JAKARTA — Waktu sarapan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap tingkat harapan hidup seseorang. Sebuah hasil penelitian terbaru berhasil mendokumentasikan jadwal makan pagi yang ideal demi mendukung kesehatan tubuh dan umur panjang.

Serangkaian studi terdahulu telah berulang kali mengaitkan kebiasaan mengabaikan sarapan serta pola makan larut malam dengan timbulnya gangguan kesehatan. Melalui riset terbaru ini, para peneliti fokus mengkaji hubungan langsung antara jadwal konsumsi makanan pertama dengan rentang hidup.

Sebagaimana dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition, tim peneliti mengategorikan setiap asupan makanan atau minuman berkalori yang masuk setelah pukul 04.00 pagi sebagai santapan pertama harian.

Dalam proses analisisnya, tim peneliti mengolah data dari 31.044 subjek dewasa berusia 40 tahun ke atas yang bersumber dari US National Health and Nutrition Examination Survey kurun 1999 hingga 2018. Rekam jejak konsumsi 24 jam peserta dicatat secara terperinci.

Data pola makan tersebut lantas diselaraskan dengan catatan kematian hingga penghujung 2019. Sepanjang masa pemantauan, tercatat 7.129 peserta meninggal dunia, dengan 2.259 di antaranya disebabkan oleh serangan penyakit kardiovaskular.

Korelasinya terlihat jelas saat waktu makan pertama bergeser semakin siang. Jam sarapan antara pukul 08.00 hingga 10.00 dikaitkan dengan kenaikan risiko kematian akibat penyebab apa pun sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan sarapan pukul 07.00 sampai 08.00.

Risiko tersebut melonjak hingga 19 persen untuk santapan pertama yang ditunda antara pukul 10.00 hingga tengah hari. Peneliti menguraikan potensi risiko tersebut meroket sampai 29 persen saat makan pertama baru dilakukan persis di tengah hari.

Kecenderungan serupa tampak pada kasus kematian akibat gangguan kardiovaskular. Makan pertama di siang hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian kardiovaskular sebesar 46 persen dibanding mereka yang sarapan pukul 07.00 hingga 08.00.

Bukan cuma jam sarapan, penelitian ini turut mengevaluasi dampak dari jadwal makan malam. Tingkat risiko kematian terendah justru diidentifikasi pada kelompok yang menyantap makan malam sekitar pukul 19.00 sampai 20.00.

Mengonsumsi santapan malam sebelum pukul 19.00 justru memicu risiko kematian akibat semua penyebab 13 persen lebih tinggi dibanding jadwal pukul 19.00 sampai 20.00. Sementara itu, makan malam yang bergeser hingga larut malam mendongkrak risikonya sampai 27 persen.

"Waktu makan merupakan sinyal penting bagi ritme sirkadian perifer. Waktu makan pertama yang lebih lambat atau makan larut malam dapat berkontribusi pada ketidakselarasan ritme sirkadian dan gangguan metabolisme termasuk gangguan metabolsme lipid dan glukosa," jelas penulis senior Zhilei Shan dari Huazhong University of Science and Technology.

Terkini