Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Baznas Gandeng Pemkab Polman

Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:22:01 WIB
Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, Syarifuddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia kian mengintensifkan langkah penguatan kerja sama strategis bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) guna mempercepat misi pengentasan kemiskinan lewat sinkronisasi pelbagai program andalan Baznas, yang mencakup sektor pengembangan program pemberdayaan serta kemandirian ekonomi para mustahik.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, sekaligus mengemban amanah sebagai Pembina Wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Syarifuddin, memberikan sambutan hangat penuh apresiasi atas terbangunnya jalinan sinergi strategis tersebut.

Berdasarkan pandangannya, kolaborasi erat antara pihak lembaga Baznas dengan pemerintah daerah setempat memegang peranan krusial agar efektivitas eksekusi program pengentasan kemiskinan bisa berjalan jauh lebih tepat sasaran sekaligus selaras dengan urgensi kebutuhan riil masyarakat.

"Baznas saat ini memprioritaskan penanganan pada 88 daerah kemiskinan ekstrem. Jika Polewali Mandar termasuk di dalamnya, program kami dapat dirancang lebih spesifik. Kami tentu sangat senang jika program dan desain Baznas relevan dengan kebutuhan Pemkab Polewali Mandar," ujar Syarifuddin dalam keterangan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Syarifuddin turut menganalogikan tata kelola anggaran daerah ibarat posisi saku kanan yang merepresentasikan dana APBD, sementara dana zakat diibaratkan sebagai saku kiri. Oleh sebab itu, kerangka perancangan program kerja Baznas sudah sepatutnya berjalan beriringan secara selaras dan harmonis bersama arah kebijakan program pemerintah daerah.

Sebagai lembaga pengelola zakat, kami (Baznas) menetapkan fokus pada daerah kemiskinan ekstrem, alokasi program akan memiliki justifikasi yang semakin kuat, ucapnya.

Ia menegaskan pula bahwa terwujudnya jalinan sinergi yang kokoh antara pihak Baznas dan jajaran pemerintah daerah (pemda) merupakan suatu keniscayaan yang mutlak diperlukan. Di samping menggulirkan program yang bersifat karitatif demi mencukupi kebutuhan pokok esensial masyarakat yang berada di kategori Desil 1 serta Desil 2 atau kelompok fakir, pihak Baznas turut aktif mendorong implementasi program yang bernilai produktif.

"Di Polewali Mandar sendiri, beberapa program Baznas telah berjalan, seperti Balai Ternak, ZMart, Lumbung Pangan, dan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Ke depan, Baznas memiliki sejumlah program unggulan yang siap disinergikan," ucap Syarifuddin.

Lebih lanjut, ia juga mendorong adanya langkah optimalisasi terhadap potensi perolehan pengumpulan dana zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, termasuk memberikan ruang fleksibilitas bagi para ASN agar dapat merekomendasikan alokasi penyaluran zakat kepada sanak kerabat atau warga masyarakat di lingkungan sekitar mereka yang memang berhak menerimanya (mustahik).

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud secara terbuka mengungkapkan bahwa tingkat angka kemiskinan di daerah kepemimpinannya saat ini masih berada di kisaran angka yang cukup tinggi.

"Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan sinergi dari Baznas dalam penguatan ekonomi masyarakat serta percepatan pengentasan kemiskinan," ucapnya.

Terkini