Pertamina UMK Academy Kembali Digelar Dorong Daya Saing Usaha

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:42:32 WIB
Ilustrasi - Kegiatan pelepasan ekspor produk UMKM binaan PT Pertamina (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali meluncurkan program pembinaan UMK Academy 2026 sebagai langkah meningkatkan kompetensi, memperkokoh bisnis, serta memperlebar akses pasar bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa UMK Academy merupakan wujud komitmen perseroan guna mendorong hadirnya usaha lokal yang tangguh, adaptif, serta berdaya saing tinggi.

"Melalui Pertamina UMK Academy, Pertamina tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi pelaku UMK untuk menerapkan pembelajaran secara langsung dalam pengembangan usahanya," ujarnya.

Baron mengimbuhkan bahwa para peserta diarahkan untuk memperkuat sistem tata kelola, memoles kualitas produk, mengoptimalkan penggunaan teknologi, membangun kolaborasi, hingga memperluas jangkauan pasar.

Proses pendaftaran Pertamina UMK Academy 2026 telah dibuka secara daring mulai 21 hingga 31 Agustus 2026 lewat situs umkacademy.id/onboarding.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2020, Pertamina UMK Academy didesain sebagai wadah pembinaan yang terstruktur untuk mendampingi para pelaku UMK selaras dengan fase perkembangan bisnis masing-masing.

Para peserta mendapatkan materi pembelajaran seputar pengelolaan manajemen usaha, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, hingga strategi ekspansi pasar, dengan bimbingan langsung dari para akselerator, mentor, serta coach profesional.

Baron memaparkan bahwa skema Pertamina UMK Academy dilangsungkan dalam dua tingkatan pembinaan, yakni level regional dan nasional.

Tingkat regional difokuskan pada penguatan fondasi usaha sesuai dengan sektor bisnis tiap peserta.

Setelah itu, peserta yang berhasil melaju ke tingkat nasional akan menjalani pembinaan yang disesuaikan berdasarkan skala kesiapan usaha mereka.

Program pembinaan nasional dibagi ke dalam empat kategori kelas, yaitu Go Modern untuk penguatan manajemen internal, Go Digital guna memanfaatkan digitalisasi pada proses bisnis, Go Online demi optimalisasi saluran penjualan daring dan perluasan pasar, serta Go Global guna menyiapkan UMK menembus pasar business-to-business (B2B), baik di kancah domestik maupun ekspor.

Khusus pada tahun 2026, Pertamina menyematkan dua materi tambahan, yakni Go Green dan Go Aggregator.

Modul Go Green mendorong penerapan prinsip operasional bisnis yang ramah lingkungan, sedangkan Go Aggregator membekali peserta agar mampu menjalin sinergi serta membuka peluang pasar baru yang lebih luas bersama pelaku UMK lainnya.

"Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur," tambah Baron.

Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan Pertamina UMK Academy 2025, tercatat lebih dari 2.000 pelaku UMK mengajukan pendaftaran.

Sebanyak 1.430 peserta yang terpilih kemudian berhak mengikuti fase pembinaan regional, dan 760 peserta di antaranya berhasil menembus fase nasional.

Dari jajaran peserta tersebut, sebanyak 581 pelaku UMK resmi dinyatakan lulus serta berhasil naik kelas.

"Pertamina mengajak pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kami berharap semakin banyak usaha lokal yang tumbuh tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," sebut Baron.

Rincian informasi mengenai kriteria persyaratan dan jadwal pelaksanaan Pertamina UMK Academy 2026 dapat disimak melalui akun Instagram resmi @gen_umkm.

Terkini