BeFa Pacu Infrastruktur Digital Kawasan Industri Bekasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:49:02 WIB
Kawasan industri yang dikelola oleh BeFa di Bekasi, Jawa Barat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) menggenjot penguatan infrastruktur digital di kawasan industri Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk menopang transformasi industri berbasis teknologi sekaligus mendongkrak daya tarik investasi di tengah melonjaknya kebutuhan ekosistem yang siap mengadopsi AI.

Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja mengungkapkan bahwa pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), pusat data, komputasi awan, otomasi, hingga manufaktur cerdas telah menggeser standar kebutuhan infrastruktur di kawasan industri.

Menurut dia, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, para penanam modal saat ini tidak hanya berpatokan pada ketersediaan lahan, pasokan listrik, air, serta akses logistik, melainkan juga menuntut konektivitas digital yang andal, aman, serta fleksibel untuk berkembang searah dengan kebutuhan bisnis.

"Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yg diminta," ucapnya.

Guna merespons perubahan tren tersebut, pihaknya konsisten meningkatkan tingkat kesiapan kawasan industrinya lewat modernisasi infrastruktur digital.

Langkah konkret tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara SolidBlue, via PT Kawasan Lintas Biru Digital (KLBD), bersama Xenith IG untuk mendongkrak kapasitas jaringan digital kawasan sekaligus memperlebar akses infrastruktur digital di sepanjang koridor Jakarta-Cikampek.

Prosesi penandatanganan yang dihelat pada 27 Agustus 2026 di Bali tersebut menjadi bagian dari inisiatif perseroan dalam menyiapkan kawasan yang mampu menopang pertumbuhan AI, pusat data, komputasi awan, manufaktur digital, serta ragam teknologi masa depan.

Dalam proyek kolaborasi ini, SolidBlue bertugas merancang fondasi konektivitas digital di area kawasan industri, sementara Xenith IG memperluas jangkauan jaringan dengan menghubungkan kawasan tersebut ke dalam ekosistem infrastruktur digital yang lebih luas.

Kemitraan strategis ini dirancang untuk menghadirkan sarana jaringan yang stabil, aman, tangguh, serta skalabel guna memenuhi kebutuhan AI, komputasi awan, pusat data, Internet of Things (IoT), dan berbagai aplikasi industri modern lainnya.

"Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi," ujar dia.

Di sisi lain, CEO Xenith IG Noah Drake menyampaikan bahwa kemitraan ini akan mengokohkan infrastruktur digital di kawasan industri lewat penyiapan jaringan serat optik yang sanggup mengakomodasi beban kerja AI maupun hyperscaler.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga terus memacu transformasi digital industri nasional melalui pemanfaatan teknologi AI demi meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing di kancah persaingan global.

Langkah percepatan transformasi digital oleh pemerintah tersebut direalisasikan lewat fasilitasi Proof of Concept (PoC) solusi industri 4.0 berbasis AI pada sektor farmasi, yang tergolong sebagai salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Terkini