IHSG Melemah Sepekan Asing Catat Net Sell hingga 70,36 Triliun pada 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:21:01 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sepanjang sepekan perdagangan pada periode 24 hingga 28 Agustus 2026. Seiring dengan kondisi tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp70,36 triliun sejak awal tahun 2026.

Berdasarkan rilis data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja IHSG selama sepekan merosot sebesar 0,12 persen ke level 6.518,121 jika dibandingkan dari posisi 6.525,690 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar di BEI turut mengalami penurunan sebesar 0,16 persen menjadi Rp11.431 triliun dari sebelumnya Rp11.449 triliun.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian bursa tercatat mengalami perubahan sebesar 1,84 persen menjadi Rp15,29 triliun dari posisi pekan sebelumnya yang mencapai Rp15,57 triliun.

Selain itu, Kautsar menyebutkan bahwa rata-rata volume transaksi harian di BEI sepanjang pekan ini turun sebesar 28,33 persen menjadi 36,05 miliar lembar saham dari pekan lalu yang berada di angka 50,30 miliar lembar saham.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa bergeser sebesar 2,64 persen menjadi 2,15 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 2,21 juta kali transaksi.

"Adapun investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih Rp 482,24 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 70,360 triliun," ujar Kautsar lewat keterangan pers, Sabtu (29/8/2026).

Pada Rabu (26/8/2026), para pemimpin bursa saham ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Exchanges mengukuhkan komitmen bersama untuk memperkuat pasar modal kawasan melalui gelaran Invest ASEAN 2026 yang diintegrasikan dengan Thailand Focus 2026.

Kautsar memaparkan bahwa forum tersebut mendiskusikan berbagai langkah strategis guna mendorong pertumbuhan pasar modal di wilayah ASEAN.

"Di antaranya dengan menarik pencatatan saham perusahaan berkualitas tinggi, mendukung penciptaan nilai perusahaan, diversifikasi produk investasi, hingga mempermudah akses bagi investor domestik maupun internasional," paparnya.

Meskipun setiap negara anggota ASEAN memiliki karakteristik serta tingkat pertumbuhan pasar modal yang tidak sama, Kautsar menegaskan bahwa para anggota ASEAN Exchanges bersepakat untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mempererat konektivitas antar pasar modal regional.

Menurut Kautsar, sinergi tersebut diharapkan mampu menopang pengembangan pasar modal ASEAN agar semakin terintegrasi dan sanggup menyajikan peluang yang lebih luas bagi korporasi maupun investor di kawasan.

Terkini