Stok Beras Sumsel Dipastikan Aman Hingga 2027 Meski Beras 5 Kg Langka

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35:20 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat meninjau gudang beras Bulog di Palembang [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menjamin ketersediaan komoditas beras di daerahnya berada dalam kondisi aman hingga Juli 2027. Ketetapan ini diutarakan di tengah guncangan kelangkaan beras kemasan 5 kilogram (kg) yang sempat melanda beberapa titik distribusi di Sumsel.

Pemerintah daerah bersanding dengan Perum Bulog beserta instansi terkait telah turun langsung meninjau kondisi riil stok di fasilitas pergudangan. Dari hasil inspeksi tersebut, cadangan beras dipastikan amat mencukupi demi memenuhi kebutuhan warga dalam jangka panjang.

Herman Deru menerangkan bahwa beras dalam ukuran kemasan 5 kg menjadi varian yang paling tinggi permintaannya di tengah masyarakat. Berangkat dari fenomena tersebut, pemerintah bergegas mengambil langkah tanggap atas aduan kelangkaan dengan menyisir gudang Bulog. Peninjauan itu membuktikan bahwasanya cadangan yang tersimpan sangat memadai, bahkan diestimasi bertahan hingga Juli 2027.

"Beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah kemasan 5 kg. Kami sudah merespons kelangkaan dengan mengecek ke gudang Bulog. Ternyata kesiapan stok Bulog di gudang mencukupi, bahkan sampai Juli 2027," kata Herman Deru di Palembang, Jumat (28/8/2026).

Gubernur menggarisbawahi bahwa kalkulasi cadangan tersebut belum menghitung masuknya tambahan pasokan dari hasil panen raya petani yang hingga kini masih berlangsung di pelbagai kawasan Sumsel.

Di luar cadangan yang terpusat di pergudangan Bulog, Sumsel pun masih ditopang oleh potensi produksi dari sektor pertanian yang berjalan dinamis. Rangkaian areal persawahan berbasis indeks pertanaman (IP) 200 saat ini sedang melangsungkan aktivitas panen, kendati wilayah setempat tengah dilanda musim kemarau.

"Saat ini panen di sawah yang IP-nya 200 sedang berjalan di tengah musim kemarau ini. Jadi nantinya stok beras di gudang Bulog akan terus bertambah," jelas Herman Deru.

Tak cuma menjamin kecukupan pasokan, pemerintah daerah turut menaruh perhatian besar pada keterjangkauan harga beras di tingkatan konsumen, utamanya kategori medium. Herman Deru mengimbau masyarakat untuk ikut ambil bagian mengawasi patokan harga di pasar serta tak segan mengadukan bilamana dijumpai harga jual yang melampaui batas HET, yaitu di atas Rp12.500 per kilogram.

"Kalau menemukan beras medium dijual di atas Rp12.500, lapor. Bisa ke lurah, camat, atau seluruh aparat penegak hukum bahwa itu sudah memainkan harga jualnya," katanya.

Herman Deru kembali mewanti-wanti publik supaya tidak termakan isu hingga melakukan pembelian beras secara berlebihan.

"Untuk itu, masyarakat sekali lagi jangan takut atau panic buying. Beli sesuai yang akan dikonsumsi saja," ujarnya.

Terkini