BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 4 Meter di Samudra Hindia dan Laut Jawa

Kamis, 03 September 2026 | 01:43:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Kepala bagian analisis cuaca maritim BMKG dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (2/9), menjelaskan bahwa peningkatan gelombang disebabkan pola angin yang terbentuk di utara dan selatan ekuator Indonesia. Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 31 knot, dengan pusat tekanan berada di Laut Jawa dan Selat Makassar bagian selatan.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Natuna Utara," tulis BMKG.

Wilayah lain yang masuk kategori gelombang sedang ini mencakup Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Jawa bagian barat hingga timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Banda, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Maluku, Laut Seram, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Laut Arafuru.

Rute Pelayaran Kargo dan Ferry Paling Terdampak

Kategori gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diprediksi menerjang Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung. Peringatan serupa juga berlaku di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga selatan Bali.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ungkap BMKG dalam keterangan tertulisnya.

BMKG memberikan rekomendasi khusus bagi operator moda transportasi laut. Perahu nelayan dinilai tidak aman beroperasi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang harus berhati-hati pada kondisi angin di atas 16 knot dengan gelombang lebih dari 1,5 meter.

Ambang Batas Keselamatan untuk Kapal Besar

Untuk kapal ferry, ambang bahaya berlaku saat kecepatan angin menembus 21 knot dan tinggi gelombang melampaui 2,5 meter. Adapun kapal ukuran besar seperti kargo dan pesiar diminta menahan diri bila kecepatan angin melebihi 27 knot serta gelombang lebih tinggi dari 4,0 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," demikian imbauan BMKG.

BMKG mengingatkan nelayan dan operator pelayaran untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala. Pelaku perjalanan laut disarankan menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan kondisi gelombang terkini selama periode peringatan dini berlaku hingga Sabtu (5/9).

Terkini