Cara Mengambil Keputusan Terbaik dan Tepat Tanpa Overthinking

Rabu, 02 September 2026 | 05:40:31 WIB
Ilustrasi Pengambilan Keputusan.

JAKARTA - Saban hari, setiap individu senantiasa dihadapkan pada deretan opsi yang seakan tidak pernah usai. Mulai dari urusan sepele memilih santapan makan siang hingga menentukan kehadiran pada acara kumpul kawan.

Terlalu dalam mempertimbangkan sebuah opsi beserta risikonya merupakan kebiasaan yang kerap terjadi. Alur berpikir berlarut-larut ini tak jarang memicu rasa kewalahan hingga membuat seseorang berada di titik buntu.

Sebagian besar dari kami mungkin masih meyakini bahwa kebahagiaan sejati cuma datang dari langkah yang 100 persen tepat. Namun, psikiater dr. Sue Varma menegaskan kebahagiaan tidak melulu berasal dari satu langkah yang sempurna.

"Sebaliknya, hal itu datang dari membuat pilihan terbaik dengan informasi yang kamu miliki saat ini, yang sering kali sudah cukup baik meski tidak sempurna," ujar Varma.

Varma menawarkan formulasi psikologis sederhana berupa metode tiga aturan. Metode ini dirancang guna memangkas rasa lelah saat menentukan langkah sekaligus memicu rasa percaya diri.

"Latihan ini memberi kamu kesempatan untuk mempersempit pilihan dan bergerak maju dengan kejelasan yang lebih besar," jelas Varma.

Langkah awal ialah membatasi opsi menjadi tiga pilihan utama saja. Daripada menguras energi untuk mempertimbangkan terlalu banyak hal, fokuslah menyaring tiga opsi paling potensial agar kerja otak menjadi jauh lebih efisien.

Menurut Varma, memangkas jumlah alternatif sangat ampuh menyederhanakan alur berpikir yang tadinya rumit menjadi jauh lebih terkendali.

Langkah kedua yakni menetapkan batas waktu yang tegas. Guna mencegah kebiasaan overthinking, tenggat waktu harus dipasang sebelum menetapkan opsi akhir.

Skema ini memanfaatkan durasi tiga menit, tiga jam, tiga hari, tiga minggu, atau tiga bulan. Untuk urusan krusial seperti pindah domisili, durasi panjang sangat disarankan. Sedangkan opsi sederhana seperti menu makan malam cukup ditentukan maksimal tiga menit.

Langkah ketiga adalah membatasi masukan hanya dari tiga sosok tepercaya. Meminta pandangan orang lain memang krusial, tetapi terlalu banyak mendengarkan masukan justru dapat memperkeruh suasana.

"Sering kali, kami memasukkan banyak gagasan dari berbagai orang ke dalam kepala kami, dan itu bisa memperburuk keadaan kami," kata Varma.

Oleh sebab itu, seleksilah orang-orang yang dimintai masukan. Cukup pilih tiga sosok tepercaya yang benar-benar memahami prinsip serta nilai hidup yang dianut.

Proses penerapannya perlu ditopang oleh pola tidur dan istirahat yang cukup agar emosi tetap stabil. Kualitas tidur sangat menentukan performa otak dalam merumuskan langkah yang tepat.

Di samping itu, pegang teguh nilai pribadi dibanding menuruti perubahan suasana hati sesaat.

Varma mengingatkan bahwa penetapan opsi tidak selalu berjalan mulus. Rasa tidak nyaman yang muncul bukan menandakan arah yang diambil salah.

"Banyak orang memberi tahu saya bahwa saat mereka membuat keputusan yang menantang, mereka merasa bahagia setelahnya. Saya sangat percaya pada ketidaknyamanan jangka pendek demi keuntungan jangka panjang," kata Varma.

Terkini