JAKARTA - Buah nanas menjadi salah satu sajian menyegarkan yang amat pas dinikmati secara langsung maupun dicampur ke beragam hidangan. Kendati rasanya cenderung paduan asam dan manis, tidak sedikit orang gemar memasukkannya ke menu harian, mulai dari olahan minuman sampai camilan ringan.
Namun, patut diketahui bersama apa yang sejatinya terjadi pada kondisi fisik apabila mengonsumsinya secara berkala tiap hari.
Secara umum, menyertakan nanas dalam sajian harian tidak langsung membawa perubahan drastis pada tubuh dalam sekejap. Kendati demikian, kebiasaan sederhana ini perlahan mampu memberikan dampak cukup nyata bagi kebugaran.
Walau didominasi kandungan air dan gula alami, nanas menyimpan beragam nutrisi esensial. Buah ini amat kaya serat serta vitamin C yang terbukti secara ilmiah mendatangkan banyak kebaikan bagi kondisi fisik.
Ahli diet dan pendiri Moderately Messy RD, Alex Evink, RDN, memaparkan bahwa kandungan vitamin C pada nanas sangat mendukung fungsi normal daya tahan tubuh serta pembentukan kolagen. Di samping itu, serat dan air di dalamnya amat baik menjaga kesehatan cerna sekaligus menjadi opsi camilan yang mengenyangkan.
"Secangkir sajian hanya memiliki 100 kalori dan menyediakan 60 persen Nilai Harian untuk mangan," tutur ahli diet serta Manajer Kesehatan dan Komunikasi di Dole Food Company, Melanie Marcus, RD.
Ia menegaskan bahwa mangan memegang peranan krusial bagi kesehatan tulang serta proses metabolisme energi tubuh. Keistimewaan lain yang membedakan nanas dari mayoritas buah lainnya yakni keberadaan enzim bromelain.
"Satu hal yang membuat nanas benar-benar menonjol adalah buah ini mengandung bromelain, sekelompok enzim yang membantu memecah protein," jelas Evink.
Ia turut menambahkan bahwa bromelain memiliki potensi sifat anti-inflamasi, antibiotik, antikoagulan, serta antitrombotik yang telah diteliti secara mendalam.
Bagi sebagian besar orang, mengonsumsi nanas tiap hari merupakan langkah awal yang baik untuk membangun kebiasaan nutrisi sehat. Pasokan cairan serta serat di dalamnya terbukti ampuh melancarkan saluran cerna dalam waktu singkat.
"Jika kamu menambahkan satu porsi nanas setiap hari, manfaat jangka pendek terbesar adalah mengonsumsi lebih banyak buah," ungkap Marcus.
Ia memberi gambaran bahwa secangkir nanas sudah memadai untuk memenuhi kecukupan harian vitamin C tubuh. Evink juga memandang kebiasaan ini sebagai solusi praktis mengingat masih banyak orang kurang mengonsumsi hasil panen alami, sehingga nanas dapat menjadi alternatif pengganti camilan padat kalori.
Apabila dikonsumsi secara konsisten selama berbulan-bulan, kebiasaan menyantap nanas akan amat membantu melengkapi kekurangan nutrisi harian.
"Makan nanas secara teratur akan menambah vitamin C, antioksidan, air, dan sedikit serat ke dalam pola makan," tegas Evink.
Tingginya asupan vitamin C berpotensi besar mendongkrak daya tahan tubuh serta mendorong proses penuaan yang lebih sehat melalui pembentukan kolagen.
Marcus turut mengingatkan bahwa meski riset spesifik mengenai konsumsi nanas harian jangka panjang masih terbatas, bukti kuat menunjukkan bahwa rutin menyantap buah amat mendukung kesehatan di masa depan.
Evink pun mengutip sebuah studi yang menemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi nanas berpotensi menekan penambahan berat badan serta risiko gangguan jantung pada hewan, meski efektivitasnya masih memerlukan kajian lebih lanjut pada manusia.
Di balik beragam kebaikannya, setiap orang tetap wajib memantau reaksi alami tubuh. Tingginya kadar asam pada nanas berisiko memicu ketidaknyamanan pada organ lambung.
"Sisi negatifnya, keasaman nanas dapat memperburuk gejala bagi mereka yang berjuang melawan refluks asam," ujar Evink.
Di sisi lain, Marcus menyarankan bagi pihak yang tengah menjaga kestabilan gula darah agar memadukan nanas dengan sumber protein, seperti yogurt atau keju, supaya gizi lebih seimbang dan tidak memicu rasa lapar mendadak.
Evink turut mewanti-wanti agar lebih cermat saat memilih produk nanas kemasan kaleng karena kerap direndam dalam sirup kental yang padat gula tambahan.
Terakhir, hindari menjadikan nanas sebagai satu-satunya tumpuan asupan buah harian. Biasakan mengonsumsi bervariasi makanan nabati beraneka warna guna memelihara mikrobioma usus serta menyeimbangkan kebutuhan gizi secara menyeluruh.