JAKARTA - Musisi Yura Yunita secara resmi meluncurkan karya musik terbarunya bertajuk "Pertiwi" pada Rabu. Melalui karya ini, ia mengajak para pendengar untuk meresapi jeritan suara hati yang terpendam tatkala seseorang berada dalam titik kehilangan keberanian untuk bersuara.
"Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai, lalu tunggu beberapa detik dalam hening. Perhatikan siapa yang muncul di kepala, perhatikan bagian mana yang membuat dada kamu terasa sesak," ujar Yura Yunita.
Lirik dari lagu "Pertiwi" dirangkai oleh musisi Donne Maula, sedangkan penyusunan notasinya digarap langsung oleh Yura Yunita.
Di dalam lagu itu, terdapat bait lirik yang berbunyi, "Yang jujur dipeluk sunyi, yang lantang dipaksa untuk berhenti, kebenaran diajak menepi, dan kuasa berpesta tanpa empati."
Kendati menggambarkan situasi yang sarat akan tantangan, bait lanjutan dalam lagu Yura tetap menghembuskan pesan harapan.
Bait berikutnya berbunyi, "Pertiwi, masih berdiri, jaga harap di sisa nyali, percayalah kau tak sendiri. Dengarlah dia bernyanyi, itu suara kami yang menolak mati."
Guna memperkuat pesan pesan tersebut, produser musik Iwan Popo merancang komposisi aransemen yang megah tanpa mengaburkan vokal utama, sehingga lantunan suara Yura yang lembut tetap terdengar berkarakter dan tegas.
Peluncuran format audio di beragam platform musik digital dilakukan serentak bersamaan dengan perilisan video musik resmi demi mempermudah pendengar menikmati sajian karya secara utuh.
Dalam penggarapan visual video musik tersebut, Yura Yunita menggandeng Kathleen Malay bertindak selaku sutradara serta Siko Setyanto yang mengeksekusi bidang koreografi.
Yura memilih untuk tidak terburu-buru membeberkan konsep serta makna di balik visualisasinya. Ia menilai karya "Pertiwi" lebih elok dibiarkan bergulir bebas agar berdialog langsung dengan pengalaman personal tiap pendengarnya.