BNPB Deteksi 61 Titik Api di IKN Lahan Terbakar Capai 400 Hektar

Kamis, 03 September 2026 | 04:40:32 WIB
Kondisi lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi kemunculan 61 titik api pada kawasan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Informasi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam sesi jumpa pers, Kamis (3/9/2026).

"Ditemukan 61 titik api dengan luas terbakar 400 hektar di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Berton, dalam konferensi pers, Kamis.

Dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area tersebut, personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan kobaran guna meredam perluasan api.

Lini tim gabungan itu terdiri atas unsur Otorita IKN, BPBD Penajam Paser Utara, TNI, Polres Kota Nusantara, Polsek Sepaku, hingga jajaran Manggala Agni.

"Tim gabungan dari Otorita IKN, BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni telah melakukan pemadaman. BNPB akan mereposisi helikopter dari Banjarmasin dan Papua. Kendala suplai air sulit dan akses lokasi sulit," ujar dia.

Selain area di sekitar IKN, BNPB turut memantau keberadaan 18 titik api di wilayah Papua Barat. Peristiwa kebakaran di daerah tersebut menyebabkan 223,5 hektar lahan hangus, dengan 24 hektar di antaranya telah berhasil dipadamkan.

"Kualitas udara sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang 7-10 kilometer. Water Bombing dengan 2 unit armada dengan total air 123.000 liter lebih dan berhasil memadamkan 14 hektar," ujar dia.

Adapun untuk wilayah Lampung, BNPB mengonfirmasi sudah tidak ada lagi titik api yang terpantau. Sementara total area lahan yang hangus terbakar tercatat mencapai 1.715 hektar.

"Operasi modifikasi cuaca (OMC) dihentikan per 2 September 2026, setelah 4 hari tidak ada titik panas. Satwa gajah di TN Way Kambas aman dan tidak terdampak," ungkap dia.

Terkini