Transjakarta Targetkan Kelola Transportasi Laut Mulai Juni 2027 Nanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:43:02 WIB
Bus Transjakarta.

JAKARTA - Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengungkapkan bahwa proses transisi penugasan operasional transportasi laut menuju Kepulauan Seribu diproyeksikan memakan waktu sekitar satu tahun, dengan target mulai beroperasi penuh pada Juni 2027.

Ia menjelaskan bahwa jajarannya telah melakukan berbagai persiapan awal, termasuk meninjau lima wilayah yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, serta Pulau Harapan.

"Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator," kata Welfizon di Jakarta, Kamis.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, Transjakarta menyerap beragam aspirasi warga, mulai dari perluasan jangkauan dan frekuensi penyeberangan, konektivitas antar-pulau, kemudahan akses tiket, peningkatkan standar keselamatan, hingga tata kelola bisnis kapal tradisional.

Pihaknya juga menyusun kajian strategis yang meliputi Payung hukum, skema operasional, kesiapan SDM, kebandarhatian, pola peralihan, analisis permintaan pasar, serta dampak finansial dan sosial.

Pada fase awal, Transjakarta bakal memaksimalkan aset milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta, seperti armada kapal, dermaga, hingga sarana pelabuhan yang ada.

Pembaruan pada sistem tiket otomatis dan integrasi teknologi layanan juga terus disiapkan demi mendongkrak kenyamanan para pengguna jasa.

Dalam rencana jangka panjang, skema hub and spoke akan diterapkan, di mana kapal berukuran besar melayani rute utama dari daratan Jakarta ke pulau hub, lalu diteruskan oleh kapal pengumpan ke pulau-pulau sekitarnya.

Menurut Welfizon, pengembangan moda transportasi ini tidak hanya difokuskan untuk pergerakan penumpang semata, melainkan juga mencakup sektor logistik dan pariwisata.

Transjakarta turut menjajaki potensi bisnis pendukung di luar pendapatan tiket, seperti pengelolaan kepelabuhanan, pengiriman barang, serta pengembangan pariwisata.

"Ini untuk memperkuat keberlanjutan usaha jangka panjang dan membangun kemandirian secara finansial," ungkap Welfizon.

Terkini