Wamen Stella Imbau Waspadai Informasi AI Demi Cegah Disinformasi

Jumat, 04 September 2026 | 17:42:02 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengimbau publik untuk lebih waspada saat menerima pasokan informasi dari kecerdasan buatan (AI) guna mengantisipasi misinformasi dan disinformasi yang kian menjadi tantangan berat di era digital.

Lewat siaran pers di Jakarta, Jumat, Wamendiktisaintek Stella memandang kemajuan kecerdasan buatan turut memperbesar hambatan dalam memilah informasi yang sahih dan salah. Ia memaparkan tingkat eror informasi pada 10 chatbot AI terkemuka melonjak dari 18 persen pada Agustus 2024 menjadi 35 persen di tahun 2025.

"Kami percaya hoaks bukan karena bodoh, melainkan karena otak manusia secara alami menggunakan jalan pintas berpikir yang cepat. Begitu kami mengambil jeda dua detik untuk berpikir ulang, kemampuan kami mengenali hoaks meningkat signifikan," kata Wamendiktisaintek Stella.

Ahli psikologi kognitif tersebut berpendapat hoaks kian gampang diyakini bila terasa familiar, selaras dengan pemahaman awal seseorang, atau memantik emosi negatif layaknya kejengkelan dan kepanikan.

Ia mengkritik model bisnis media sosial yang berfokus mengejar perhatian pengguna (economy of attention), lantaran algoritma sistem acap kali mendahulukan konten emosional serta clickbait dibanding ketepatan fakta.

"Pemeriksaan fakta tetap harus dilakukan, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi karena jumlah hoaks terlalu banyak untuk diperiksa satu per satu. Cara yang jauh lebih murah dan efektif adalah mengingatkan setiap orang untuk berhenti sejenak sebelum membagikan informasi," ujar Wamen Stella.

Wamendiktisaintek Stella turut menekankan krusialnya pemahaman literasi media digital serta pembiasaan nalar kritis. Dunia pendidikan mesti senantiasa diuji efektivitasnya berpatokan pada bukti ilmiah.

Menurutnya, pemberian label hoaks yang berlebihan justru mampu memicu masalah anyar sebab berpotensi membuat masyarakat bersikap cemas berlebih dan ragu terhadap berita yang kenyataannya akurat.

Oleh sebab itu, Stella mengimbau segenap elemen warga, terutama kaum muda, untuk membiasakan diri mengambil jeda sejenak guna meneliti ulang berita sebelum menyebarkannya. Tindakan sederhana itu dinilainya sebagai fondasi penting untuk memutus penularan hoaks di tengah derasnya arus data digital.

Terkini

BGN Hentikan Program MBG Saat Sekolah Terdampak Karhutla PJJ

Jumat, 04 September 2026 | 19:03:32 WIB

BGN Bakal Pindah Kantor ke Gedung Graha Merah Putih Telkom

Jumat, 04 September 2026 | 18:48:33 WIB

Penumpang Bandara Husein Sastranegara Melonjak 1.057 Persen

Jumat, 04 September 2026 | 18:42:02 WIB

Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 18:35:32 WIB