PT Summit Oto Finance Resmi Merger dengan Oto Multiartha Usai Izin OJK

Jumat, 04 September 2026 | 23:41:02 WIB
Ilustrasi Kredit kendaraan.

JAKARTA - PT Summit Oto Finance (SOF) secara resmi melakukan penggabungan usaha atau merger dengan PT Oto Multiartha (OTO) setelah mengantongi persetujuan pemegang saham serta izin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Corporate Secretary PT Summit Oto Finance Silvia Ayuningsih mengutarakan bahwa kesepakatan merger ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026.

Dalam skema konsolidasi ini, SOF berposisi sebagai entitas penerima penggabungan, sedangkan OTO resmi melebur. Seluruh aset, hak, hingga kewajiban OTO kini sepenuhnya beralih ke SOF.

“Merger ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan SOF melalui peningkatan sinergi usaha,” kata Silvia dalam keterangan resmi pada Jumat (4/9/2026).

Sebagai bagian dari pemenuhan struktur transaksi, Silvia memaparkan bahwa SOF telah menerbitkan 9.934 lembar saham baru senilai Rp9,934 miliar.

Seluruh penerbitan saham baru tersebut diserap penuh oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) guna memenuhi ketentuan batasan kepemilikan modal asing maksimal 85 persen sesuai aturan POJK 47/2020.

Aksi korporasi penggabungan ini berlangsung di tengah catatan kinerja keuangan SOF yang sedang menorehkan pertumbuhan signifikan.

Sepanjang semester I/2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp300,46 miliar, melesat 206,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp97,93 miliar.

Akselerasi ekspansi ini tercermin dari total aset SOF yang menembus Rp19,28 triliun pada semester I/2026, naik 16,28 persen dari posisi akhir 2025 yang berada di angka Rp16,58 triliun.

Pada kurun waktu serupa, ekuitas SOF terkerek 14,67 persen dari Rp3,34 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,83 triliun.

Adapun liabilitas perusahaan turut mengalami peningkatkan sebesar 16,69 persen menjadi Rp15,45 triliun pada semester I/2026 dari posisi sebelumnya Rp13,24 triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan skala bisnis SOF ini juga diimbangi oleh perbaikan kualitas portofolio pembiayaan secara konsisten.

Indikator risiko kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) SOF berhasil ditekan menjadi 0,27 persen pada semester I/2026, membaik dari posisi akhir 2025 yang sebesar 0,52 persen.

Terkini