CUAN milik Prajogo Pangestu Bersiap Ambil Alih Kendali Saham SINI

Jumat, 04 September 2026 | 01:25:02 WIB
Aktivitas pertambangan milik PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

JAKARTA — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sedang menjajaki negosiasi bersama para pemegang saham PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) guna menguasai pengendalian perseroan.

Apabila kesepakatan berhasil dicapai, CUAN lewat anak usahanya bakal menjadi pemegang saham mayoritas yang menentukan arah operasional dan kebijakan manajemen SINI.

Direktur Utama CUAN Michael mengungkapkan proses diskusi ini meliputi penetapan mekanisme, harga transaksi, sampai target waktu penyelesaian.

Melalui PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk. (PTRO), CUAN saat ini telah menggenggam 27,78 persen saham SINI, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk) telah memiliki, secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 27,78% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI," kata Michael dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).

Aksi ini membuka babak baru bagi SINI yang telah memutar haluan bisnis secara signifikan dalam dua dekade terakhir, berawal dari penyedia akomodasi hingga kini mengelola portofolio tambang batu bara.

PT Singaraja Putra berdiri pada 23 September 2005 dan mulai beroperasi pada 2006 di sektor jasa penginapan.

Di tahap awal, perseroan mengelola penginapan ekonomis Imperial Singaraja di area Lippo Cikarang, Bekasi.

Skema bisnis ini lalu berkembang pada 26 Desember 2018 saat SINI mengakuisisi 54 persen saham PT Interkayu Nusantara (IKN), perusahaan pengolahan kayu bahan bangunan di Curug, Kabupaten Tangerang.

Kehadiran IKN mengubah peta pendapatan SINI hingga menyumbangkan lebih dari 90 persen pendapatan konsolidasian sebelum perseroan melakukan penawaran umum perdana.

Produk buatan IKN utamanya menyasar pasar ekspor seperti negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Setelah memperluas lini bisnis kayu, SINI resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2019 dengan menawarkan 175 juta saham baru seharga Rp108 per saham.

Aksi IPO tersebut sukses menghimpun dana segar sekitar Rp18,9 miliar dengan tingkat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 3,03 kali dari total pesanan masuk.

Selain saham, SINI membagikan waran cuma-cuma dengan rasio 1:2 yang memiliki harga pelaksanaan sebesar Rp115 per saham.

Arah bisnis SINI bergeser drastis pada November 2022 setelah konsorsium PT Autum Prima Indonesia, PT Basis Energi Prima, dan Batubara Development Pte. Ltd. masuk sebagai pengendali baru.

Pengusaha Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro tercatat berada di balik PT Basis Utama Prima yang menguasai mayoritas saham Basis Energi Prima.

Melalui entitas tersebut, Hapsoro menguasai 12 persen porsi saham SINI sebelum akhirnya menjual seluruh kepemilikannya pada Mei 2025 dengan nilai transaksi mencapai Rp219,33 miliar.

Meskipun Hapsoro sempat membeli 9 persen saham SINI secara pribadi pada Maret 2025, laporan registrasi pemegang efek per Juli 2026 menunjukkan namanya tak lagi tercatat di atas porsi 5 persen.

Fokus bisnis SINI kian mantap di sektor tambang batu bara melalui kepemilikan aset pada PT Persada Kapuas Prima, PT Pasir Bara Prima, PT Pesona Bara Cakrawala, PT Cakrawala Bara Persada, serta PT Cristian Eka Pratama (CEP).

Penguatan sektor tambang ini berjalan seiring masuknya PT Petrosea Tbk. (PTRO) dalam struktur saham SINI via rights issue senilai Rp1,19 triliun pada Juli 2026.

Suntikan modal tersebut mendongkrak porsi kepemilikan PTRO di SINI menjadi 19,88 persen, sekaligus mengalihkan aset konsesi batu bara PT Kemilau Mulia Sakti di Kutai Barat ke dalam portofolio SINI.

Kini, SINI kembali bersiap memasuki fase baru seiring langkah CUAN milik Prajogo Pangestu yang mulai membidik posisi pengendali utama.

Berdasarkan data registrasi efek akhir Juli 2026, PTRO memegang 19,88 persen saham, PT Autum Prima 16,99 persen, PT Kreasi Jasa Persada 7,90 persen, Ever Grace International 7,48 persen, dan Batubara Development 6,20 persen.

Mengingat PTRO dan PT Kreasi Jasa Persada merupakan bagian dari grup CUAN, total kepemilikan efektif CUAN di SINI telah mencapai 27,78 persen.

Apabila proses negosiasi berujung sepakat dan memperoleh seluruh izin regulator, CUAN dipastikan sah menjadi pemegang saham pengendali tunggal di SINI.

Rencana akuisisi ini dirancang CUAN guna menambah bobot aset, memperluas jangkauan operasional, serta merealisasikan visi jangka panjang menjadi entitas tambang terintegrasi.

Terkini