Kementan Dorong Peralihan Peternakan Ayam Petelur Bebas Sangkar

Sabtu, 05 September 2026 | 19:54:31 WIB
Ilustrasi Peternakan Ayam.

JAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong peralihan sistem pemeliharaan ayam petelur dari model kandang baterai menuju sistem bebas sangkar atau cage free demi meningkatkan kesejahteraan hewan serta keamanan pangan.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian I Ketut Wirata menyampaikan bahwa ancaman resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik berlebih di peternakan intensif harus segera diantisipasi.

"Resistensi antimikroba itu adalah suatu hal yang sangat ditakutkan. Bahkan ada satu kajian yang mengatakan kalau ini tidak diantisipasi, tidak dicarikan solusi, resistensi antimikroba itu akan menjadi momok yang sangat menakutkan di tahun 2050," ujar Ketut dalam acara Beyond the Cage di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu.

Sistem kandang baterai membatasi ruang gerak ayam hingga hanya sekitar 450 sentimeter persegi per ekor, sehingga ternak tidak dapat mengepakkan sayap, bertengger, maupun mengekspresikan perilaku alami lainnya.

Kajian European Food Safety Authority pada 2019 menunjukkan angka prevalensi Salmonella pada telur dari kandang baterai mencapai 25 persen lebih tinggi dibandingkan dari sistem bebas sangkar.

Ketut menegaskan bahwa penerapan kesejahteraan hewan bertumpu pada prinsip lima kebebasan yang berlaku universal bagi seluruh hewan ternak.

"Ada lima kebebasan hewan, mulai dari bebas lapar, haus, sakit, stres, hingga bebas mengekspresikan perilaku alaminya," katanya.

Penerapan sistem cage free sudah mulai berjalan di beberapa wilayah seperti Jawa Barat dan Bali, dengan payung hukum Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025.

Peternak bebas sangkar dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera Roby Gandawijaya menyebutkan bahwa penerapan sistem tersebut kini makin mudah berkat ketersediaan pusat pelatihan di Yogyakarta.

Roby membeberkan harga telur bebas sangkar berada 30 persen lebih tinggi daripada telur komersial biasa karena sepadan dengan proses pemeliharaan yang lebih humanis.

Menurutnya, perbedaan harga tersebut sesuai dengan keputusan konsumen yang ingin mendapatkan produk pangan yang bertanggung jawab.

Pengembangan sistem ini memerlukan area lahan yang lebih luas dengan tingkat produktivitas lebih rendah serta biaya operasional tinggi akibat penekanan penggunaan antibiotik.

"Hampir tidak ada, kami menjauhkan penggunaan antibiotik. Namun, kami menggunakan bahan lain, seperti kunyit, dll, untuk menunjang kesehatan ayam," ujar Roby.

Kampanye Beyond the Cage yang diinisiasi Act For Farmed Animals sejak 2019 hingga 2024 telah mendorong 15 perusahaan berkomitmen menerapkan kebijakan bebas sangkar, dengan pameran publik yang digelar pada 5-7 September 2026 di Taman Ismail Marzuki.

Terkini