SMGR Optimistis Pertahankan Tren Pemulihan Kinerja hingga Akhir 2026

Selasa, 08 September 2026 | 04:24:31 WIB
Karyawan SIG menyiapkan semen kantong yang siap kirim.

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG optimistis sanggup melanjutkan tren pemulihan kinerja operasional hingga penutupan tahun 2026, yang ditopang oleh ekspansi segmen ritel, proyek infrastruktur nasional, serta investasi hilirisasi industri.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa momentum pemulihan permintaan semen nasional yang mulai terasa sejak paruh pertama tahun ini diperkirakan berlanjut hingga semester II/2026.

“Sejalan dengan permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi, SIG optimistis prospek penjualan pada semester II/2026 tetap positif,” ujar Indrieffouny dalam paparan publik di BEI, Selasa (8/9/2026).

Guna menangkap peluang pertumbuhan tersebut, emiten BUMN bersandi saham SMGR ini menyiapkan sejumlah strategi kunci di pasar domestik.

Pada segmen ritel, perseroan mengintensifkan penetrasi di wilayah Jawa Barat dengan menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang, termasuk menggandeng klub sepak bola Persib Bandung sebagai mitra resmi.

Strategi tersebut ditopang oleh keunggulan jaringan distribusi perseroan yang mencakup lebih dari 300 distributor serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia dan regional.

Perseroan juga mengoptimalkan integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) demi meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Di segmen semen curah dan proyek, emiten semen pelat merah ini bakal memacu penyerapan portofolio semen hijau rendah emisi serta solusi beton inovatif, seperti bata interlock presisi guna mendukung percepatan proyek perumahan, infrastruktur publik, hingga kawasan industri smelter.

Optimisme pertumbuhan ini melengkapi capaian positif perseroan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, SMGR membukukan total volume penjualan sebesar 18,28 juta ton atau naik 5,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan kontribusi pasar domestik mencapai 14,18 juta ton atau naik 9,7 persen YoY.

Pertumbuhan volume itu mengerek pendapatan perseroan sebesar 13,1 persen YoY menjadi Rp17,65 triliun, yang sekaligus memperkuat landasan operasional dan efisiensi biaya perseroan dalam menghadapi dinamika industri semen nasional.

Adapun dari sisi kapasitas dan ketahanan fundamental, kinerja perseroan kembali mengantongi penegasan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Terkini