Semen Indonesia Pacu Kinerja dari Proyek 3 Juta Rumah hingga 2026

Selasa, 08 September 2026 | 04:30:31 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG optimistis sanggup memacu pertumbuhan kinerja operasional sampai penutupan tahun 2026, yang disokong oleh percepatan proyek infrastruktur pemerintah seperti program 3 Juta Rumah hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menjelaskan bahwa industri semen nasional mulai menunjukkan tren pemulihan yang solid sejak awal tahun 2026, terutama pada segmen ritel yang menyumbang sekitar 70 persen dari total permintaan pasar secara nasional.

“Didukung oleh pertumbuhan populasi, kebutuhan rumah nasional yang ditaksir sebesar 12,7 juta unit, dan program 3 juta rumah, serta pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Indra dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan secara daring, Selasa (8/9/2026).

Di samping segmen ritel, perseroan menangkap peluang pertumbuhan pada segmen semen curah seiring fokus pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional.

Peluang ekspansi segmen proyek tersebut turut didorong oleh proyek hilirisasi industri, kawasan industri, smelter, refinery, pembangunan properti komersial, hunian bertingkat, hingga proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah sekitarnya.

Dari sisi internal, emiten BUMN bersandi saham SMGR ini mengintensifkan penataan struktur bisnis demi meningkatkan efisiensi dan membentuk profil pendapatan yang lebih sehat melalui konsolidasi anak usaha.

“Kami Melakukan penataan, melakukan beberapa konsolidasi merger di level anak-anak usaha agar supaya terjadi optimalisasi untuk mendukung pengembangan penetrasi bisnis kami di industri bahan bangunan,” kata Indra.

Dalam langkah restrukturisasi sebelumnya, SIG telah menggabungkan tujuh entitas usaha ke dalam satu pilar jaringan distribusi, yaitu PT Semen Indonesia Distributor (SID).

Tujuh perusahaan yang dikonsolidasikan tersebut mencakup PT Semen Kupang Indonesia (SKI), PT Semen Indonesia International (SII), PT Bima Sepaja Abadi (BSA), PT Bima Sepaja Abadi Logistik (BSAL), PT Sepatim Batamtama (Sepatim), PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI), dan PT Sinergi Mitra Investama (SMI).

Strategi penataan bisnis serta penguatan penetrasi pasar ini melengkapi capaian positif perseroan pada semester I/2026, yang sukses membukukan lonjakan laba bersih sebesar 445,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp207 miliar.

Sementara itu, perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 471,0 persen YoY mencapai Rp228 miliar.

Pertumbuhan bottom line tersebut ditopang oleh kenaikan total volume penjualan sebesar 5,6 persen YoY menjadi 18,28 juta ton, dengan kontribusi pasar domestik mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7 persen YoY.

Terkini