Potensi Sikat Gigi Tercemar Bakteri Toilet dan Dampaknya Bagi Tubuh

Selasa, 08 September 2026 | 05:40:03 WIB
Ilustrasi Sikat Gigi.

JAKARTA - Bayangkan ketika seseorang menyikat gigi setiap hari menggunakan sikat yang disimpan di kamar mandi tidak jauh dari posisi kloset. Pernahkah terlintas di pikiran seberapa bersih sikat gigi tersebut sebenarnya?

Isu mengenai sikat gigi yang tercemar kotoran toilet memang kerap muncul serta memicu kekhawatiran. Riset dari Quinnipiac University bahkan sempat mendeteksi jejak bakteri fecal pada sikat gigi yang ditaruh di kamar mandi bersama.

Namun, sebelum terburu-buru membuang sikat gigi ke tempat sampah, ada baiknya menyimak fakta medis di baliknya sebagaimana dikutip dari Popular Science.

Partikel Toilet yang Mampu Mampir ke Udara

Fenomena yang menyebabkan kotoran sanggup menjangkau sikat gigi dikenal melalui istilah toilet plume.

Ketika seseorang menekan tombol flush, kloset akan menyemburkan aerosol atau partikel air mikroskopis ke udara. Riset dari University of Colorado Boulder membuktikan hal ini memanfaatkan sinar laser.

Hasilnya menunjukkan partikel air dari kloset dapat meluncur sejauh 1,5 meter ke udara. Oleh sebab itu, apabila sikat gigi diletakkan persis di samping kloset, terdapat potensi partikel tersebut mampir ke sana.

Menutup Kloset dan Menutup Sikat Gigi: Efektifkah?

Sebagian orang mungkin berpikir cukup menutup penutup kloset sebelum menekan tombol flush. Namun, kajian dari University of Arizona mendapati bahwa menutup kloset ternyata tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kontaminasi silang.

Langkah paling manjur untuk menekan pertumbuhan bakteri di area tersebut adalah rutin membersihkan serta mendisinfeksi kloset memakai cairan pembersih antimikroba.

Lantas, bagaimana dengan kebiasaan menutup sikat gigi memakai pelindung plastik? American Dental Association (ADA) justru tidak menyarankannya.

Wadah yang tertutup rapat akan mengunci kelembapan. Sikat gigi yang lembap dalam ruang tertutup justru menjadi sarang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak secara cepat. Kunci utamanya cukup biarkan sikat gigi mengering secara alami di udara terbuka.

Haruskah Khawatir?

Meski terdengar tidak menyenangkan, publik tidak perlu panik berlebihan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan fenomena ini dengan gangguan kesehatan maupun penyakit tertentu.

Penelitian dari Northwestern University yang menguji sikat gigi bekas pakai menemukan fakta yang menenangkan. Mayoritas mikroba pada sikat gigi sebenarnya bersumber dari mulut dan kulit sendiri, bukan dari usus atau kotoran manusia.

Posisi penempatan sikat gigi maupun kebiasaan menekan flush kloset hanya memberikan pengaruh amat kecil terhadap mikrobioma pada sikat gigi.

Tips Merawat Sikat Gigi yang Benar

Agar tetap merasa aman serta kebersihan mulut terjaga, terdapat beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan sehari-hari:

Beri Jarak: Sebisa mungkin taruh sikat gigi agak jauh dari area kloset.

Biarkan Kering: Simpan sikat gigi pada posisi berdiri dan pastikan terkena aliran udara supaya cepat kering.

Ganti Berkala: Ganti sikat gigi setiap 3–4 bulan sekali, atau lebih cepat apabila bulunya sudah mekar.

Opsi Sterilisasi: Jika masih merasa khawatir, sikat gigi dapat direndam sejenak di dalam cairan obat kumur antiseptik (mouthwash).

Terkini