Pesan Penting Samsung untuk Apple Jelang Rilis iPhone Lipat

Rabu, 09 September 2026 | 04:36:02 WIB
iPhone Ultra.

JAKARTA — Samsung menyampaikan satu pesan penting kepada Apple menjelang momen peluncuran ponsel lipat perdana perusahaan asal Cupertino tersebut. Menurut pihak Samsung, penentu kesuksesan gawai lipat bukanlah ukuran layar maupun kecanggihan engsel, melainkan bobot dari perangkat itu sendiri.

Pesan ini diutarakan oleh Hee-Cheul Moon selaku Kepala Advanced Mechanical R&D Group Samsung. Ia menyampaikan pandangannya bersama Seungki Choi, Kepala Smartphone R&D Group Samsung, dalam sesi wawancara bersama media Wired melalui panggilan video.

"Kunci untuk memberikan nilai tertinggi bagi pelanggan di pasar ini semuanya soal bobot perangkat. Seperti Anda tahu, itu tidak mudah," kata Moon, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wired.

Pihak Samsung menegaskan bahwa mereka tidak merasa terancam dengan kemunculan lini baru Apple tersebut. Perusahaan asal Korea Selatan ini justru menyambut positif persaingan yang makin ramai di ranah ponsel lipat.

"Melihat merek-merek lain masuk ke pasar ini, kami merasa sangat bangga karena nilai yang kami rintis lewat kategori baru ponsel lipat diakui dan dihargai," ujar Moon.

Peringatan terkait aspek bobot ini berpijak pada kalkulasi nyata. Seri Galaxy Z Fold 8 saat ini memiliki berat 201 gram, sementara Galaxy S26 Ultra yang hanya berlayar tunggal justru berbobot lebih berat, yakni 214 gram.

Sebagai penyeimbang, calon ponsel lipat Apple yang santer dirumorkan berlabel iPhone Ultra diperkirakan bakal berbobot antara 230 hingga 241 gram. Angka ini lebih berat ketimbang Fold 8 maupun iPhone 17 Pro Max yang tercatat seberat 233 gram.

Pencapaian bobot ringan tersebut membutuhkan durasi pengembangan yang amat panjang. Dalam kurun waktu tujuh tahun sejak awal kehadiran Galaxy Fold, Samsung berhasil memangkas massa hingga 75 gram pada lini ponsel lipat utamanya.

Samsung pertama kali memelopori kategori ini pada 2019 lewat Galaxy Fold versi awal. Dalam kurun dua tahun belakangan, produsen gawai seperti Honor, Google, dan Samsung gencar berlomba menghadirkan perangkat yang lebih ringan dan tipis.

Masalah bobot memang menjadi kendala terbesar penerimaan pasar. Data riset YouGov tahun 2024 yang dikutip Samsung menyebutkan bahwa bentuk yang bongsor menjadi pemicu utama enggan beralihnya konsumen ke ponsel lipat.

Begitu ukuran perangkat berhasil diringankan, antusiasme calon pembeli langsung melonjak tinggi. Samsung mencatat angka pemesanan awal ponsel lipat terbarunya merangkak naik secara global, di mana Fold 8 menyumbang hampir separuh dari total transaksi.

Guna merampingkan bobot, Samsung mengklaim telah mengevaluasi setiap komponen pada Fold 8 dan Fold 8 Ultra. Evaluasi ini mencakup sekitar 270 elemen utama ditambah 180 komponen pendukung, mulai dari modul papan sirkuit, antena, hingga susunan perekat dan baut.

Papan sirkuit tercetak dirancang ulang agar mampu melenyapkan jalur yang kurang efektif serta merapikan posisi komponen. Langkah ini membuat ruang yang terpakai menyusut, sekaligus memangkas 15 komponen pendukung secara total.

Pelat penyangga layar bagian dalam juga ditipiskan hingga ketebalannya tinggal tersisa sekitar 0,2 milimeter. Agar panel yang sangat tipis ini tetap kokoh, Samsung menyematkan lapisan pelindung bernama Flex Titanium.

Lapisan tersebut memanfaatkan material paduan titanium dengan ketebalan hanya sepertiga dari helaian rambut manusia. Teknologi ini berfungsi menjaga kerataan permukaan layar sekaligus meredam bekas lipatan agar tidak tampak mencolok setelah pemakaian jangka panjang.

Di sisi lain, Apple dijadwalkan menggelar acara peluncuran bertajuk "Surprise and Shine" pada Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 waktu Pasifik AS, atau Kamis (10/9/2026) pukul 00.00 WIB.

Selain varian ponsel lipat, Apple diprediksi memperkenalkan iPhone 18 Pro serta iPhone 18 Pro Max. Adapun varian standar iPhone 18 diperkirakan absen pada perhelatan ini karena baru akan mengudara pada musim semi 2027.

Bocoran yang beredar menyebut ponsel lipat buatan Apple membawa mekanisme lipatan buku layaknya Galaxy Z Fold 8. Ukuran layar bagian luar ditaksir mencapai 5,5 inci, sedangkan layar bagian dalam membentang hingga 7,8 inci.

Patokan harganya diperkirakan bakal menjadi yang paling tinggi dalam sejarah lini iPhone. Sebagian besar prediksi menyebut angka mulai dari 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 35 juta, bahkan beberapa laporan menaksir varian tertentu bisa menyentuh 2.500 dollar AS.

Beberapa laporan turut mengindikasikan bahwa ketersediaan stok ponsel lipat Apple akan cenderung terbatas di awal peluncuran. Situasi ini berpotensi membuat sebagian peminat harus menunggu lebih lama untuk mendapatkannya.

Semua kabar ini masih berada pada tahap rumor sampai Apple memberikan pernyataan resmi. Namun satu hal yang pasti, iPhone lipat bakal menjadi gebrakan bentuk fisik baru dari Apple sejak kemunculan iPhone X pada 2017 silam.

Terkini