Apple Naikkan Harga iPhone Model Lama hingga 100 Dolar AS di Toko Resmi

Kamis, 10 September 2026 | 04:23:01 WIB
iPhone 17e.

JAKARTA - Langkah yang terbilang langka diambil Apple usai meluncurkan jajaran iPhone paling gres. Bukannya memangkas harga generasi terdahulu sebagaimana kebiasaan usai kehadiran varian anyar, produsen ini justru mengerek harga beberapa seri iPhone lawas hingga 100 dolar AS.

Perubahan nominal tersebut tampak di situs resmi toko online milik Apple. Banderol awal iPhone 16 saat ini dipatok 799 dolar AS, sedangkan iPhone 17e dilepas mulai 699 dolar AS. Di sisi lain, iPhone 17 dilego mulai 899 dolar AS dan iPhone Air mulai 1.099 dolar AS.

Keputusan tersebut menandai pergeseran yang amat kentara pada strategi penentuan harga Apple. Padahal, kehadiran lini teranyar lazimnya menjadi momentum bagi pembeli untuk menggaet varian terdahulu dengan nilai jual yang lebih miring.

Lonjakan harga tidak sebatas melanda pasar Amerika Serikat. Di pelbagai penjuru negara lain, penyesuaian nominal tersebut dikabarkan kian drastis akibat faktor kurs mata uang serta pembengkakan struktur beban operasional di tiap kawasan.

Mengambil contoh di India, nominal jual beberapa varian iPhone terdahulu diberitakan melonjak sampai kisaran 20 persen.

Di saat bersamaan, Apple menghentikan pemasaran iPhone 17 Pro serta iPhone 17 Pro Max lewat etalase toko resminya. Kedua varian tersebut umumnya memang disingkirkan dari daftar jual langsung usai lini Pro teranyar dipamerkan.

Kebijakan ini secara otomatis memaksa pembeli yang mengincar ponsel flagship Apple untuk berpaling ke generasi paling baru atau berburu sisa stok tipe lama di jaringan distributor luar.

Salah satu pemicu yang menyedot perhatian dari pola penetapan harga Apple ini yakni membumbungnya biaya komponen, khususnya cip memori dan media penyimpanan.

Lonjakan kebutuhan terhadap ruang penyimpanan dan memori terpacu oleh pesatnya ekspansi sektor kecerdasan buatan (AI) serta pembangunan pusat data. Perusahaan berbasis teknologi dan penyedia layanan komputasi awan memerlukan pasokan memori dalam volume raksasa untuk menopang kinerja infrastruktur AI.

Dinamika pasar ini berisiko memberikan himpitan ekstra pada rantai pasok industri manufaktur elektronik, tidak terkecuali bagi pembuat perangkat seperti Apple.

Eks CEO Apple Tim Cook sebelumnya sempat angkat bicara mengenai tekanan biaya komponen serta rantai distribusi. Dalam beberapa kesempatan, Cook menyampaikan, "Apple terus mengevaluasi dampak perubahan biaya terhadap bisnis perusahaan."

"Karena sebagian biaya produksi tidak selalu dapat diserap perusahaan sepenuhnya, kenaikan harga komponen pada akhirnya dapat tercermin dalam harga produk yang dibayarkan konsumen," lanjut Cook.

Terkini