Grup Prajogo Pangestu (CUAN) Bersiap Jadi Pengendali Baru SINI

Jumat, 11 September 2026 | 00:45:31 WIB
Prajogo Pangestu [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten terafiliasi Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) membeberkan progres perundingan ihwal rencana pencaplokan posisi pemegang saham pengendali perseroan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) kepunyaan taipan Prajogo Pangestu.

Direktur Utama Singaraja Putra Amir Antolis mengonfirmasi bahwa pemegang saham pengendali SINI saat ini sedang bernegosiasi dengan pihak Grup PJK atau Petrindo. Rencana tersebut pun berpotensi mengubah peta pengendali perseroan.

Amir mengutarakan bahwa seandainya rencana pengambilalihan oleh grup pertambangan besutan Prajogo Pangestu itu membuahkan hasil, maka calon pengendali anyar bakal dibebani kewajiban mengeksekusi penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) merujuk pada regulasi POJK No. 9/POJK.04/2018.

“Grup PJK [Petrindo] selaku calon pengendali baru SINI akan melaksanakan MTO,” ujar Amir dalam public expose insidentil, Jumat (11/9/2026).

Dirinya menerangkan bahwa mengacu kepada ketentuan POJK, besaran indikasi harga pelaksanaan MTO dikalkulasikan dari rata-rata harga tertinggi transaksi harian saham SINI sepanjang kurun 90 hari sebelum pengumuman resmi negosiasi akuisisi.

Sebagai catatan, pasca penuntasan aksi penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada Juli 2026, porsi kepemilikan PJK di tubuh SINI terkerek naik dari 19,99% menjadi 27,78%.

Secara terperinci, porsi kepemilikan tersebut terbagi atas kepemilikan PT Kreasi Jasa Persada (KJP) sebanyak 7,90% serta PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang menggenggam 19,88% saham.

Sementara itu, porsi kepemilikan sang pemegang saham pengendali lama mengalami susut dari level 54,49% menjadi 37,05%, sementara porsi kepemilikan publik tercatat di angka 35,17%.

Masuknya konglomerasi bisnis milik Prajogo Pangestu ini bergulir seiring metamorfosis Singaraja Putra, yang mulanya berfokus pada sektor jasa akomodasi dan perkayuan, bertransformasi menjadi pilar tambang batu bara terintegrasi.

Lewat pengerahan dana hasil rights issue, SINI sukses merampungkan akuisisi 99,995% saham PT Karya Mineral Sentosa (KMS) dari PTRO. Langkah aksi korporasi tersebut memperkuat portofolio aset pertambangan perseroan melalui penguasaan 99,98% saham PT Cristian Eka Pratama (CEP) di Kalimantan Timur.

Kini, SINI mendekap 5 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara termal melalui entitas anak PT Dwi Daya Swakarsa (DDS) dan KMS dengan bentangan area konsesi seluas 21.119 hektare serta taksiran cadangan mencapai 231 juta metrik ton (MT).

Dari kelima konsesi tersebut, tiga tambang telah resmi beroperasi secara komersial, yakni PT Cristian Eka Pratama di Kalimantan Timur, serta PT Persada Kapuas Prima dan PT Pasir Bara Prima di Kalimantan Tengah.

Konsolidasi aset jumbo ini mendongkrak total aset SINI hingga 318% menjadi Rp6,55 triliun per 31 Juli 2026, disertai lonjakan posisi kas dan deposito senilai Rp1,57 triliun.

Di samping itu, akuisisi KMS memicu timbulnya keuntungan dari pembelian berdiskon, yang mengerek pembalikan arah (turnaround) laba bersih perseroan menjadi Rp674,2 miliar per Juli 2026 dari posisi sebelumnya yang masih membukukan rugi Rp26,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Pengembangan aset akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, ketersediaan infrastruktur, kondisi pasar, dan perizinan yang berlaku,” pungkas Amir.

Terkini