Tertekan Geopolitik, Kalbe Farma (KLBF) Tinjau Ulang Alokasi Capex

Jumat, 11 September 2026 | 01:00:02 WIB
gedung Kalbe Farma [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten sektor kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) tengah mengevaluasi ulang besaran anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang sebelumnya diproyeksikan perseroan senilai Rp1,1 triliun.

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy, menerangkan bahwa pihaknya pada saat bersamaan juga tengah menelaah kembali pelbagai proyek yang sedang berjalan di internal Kalbe. Kebijakan tersebut ditempuh menyusul eskalasi ketegangan geopolitik yang memantik gejolak pada rantai pasok bahan baku pengemasan serta material produksi perseroan.

”Untuk tahun ini, pada awalnya kami merencanakan alokasi sekitar Rp1 triliun. Untuk capex tentunya kami akan review kembali dan beberapa capex yang kami siapkan tahun ini adalah untuk penambahan kapasitas baik itu di sektor farma dan juga di nutrisi,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Kendati demikian, Kartika memilih untuk tidak merinci lebih jauh perihal besaran pasti alokasi capex yang kini disiapkan perseroan sepanjang tahun berjalan. Ia hanya menekankan bahwa Kalbe bakal memfokuskan porsi investasinya demi menopang kebutuhan ekspansi pertumbuhan usaha ke depan.

Merujuk pada materi paparan perseroan, Kalbe telah mengeksekusi penyerapan capex senilai Rp426 juta sepanjang kurun paruh pertama 2026. Dari total realisasi penyerapan tersebut, porsi sebesar Rp394 juta dibelanjakan untuk pengadaan aset berwujud (tangible) sementara sisanya dialokasikan ke pos aset tak berwujud.

”Jadi saat ini kami sedang mereview kembali dan ke depannya kami akan tetap mengalokasikan investasi untuk kebutuhan pertumbuhan, baik di sektor farma, nutrisi, maupun di bisnis kami yang lain,” tegasnya.

Di sisi lain, gelombang ketegangan geopolitik serta pelemahan tren nilai tukar mata uang turut memberikan hantaman negatif terhadap performa finansial Kalbe Farma sepanjang semester I/2026. Sekalipun torehan angka penjualan bertumbuh, Kalbe harus menerima kenyataan bahwa capaian laba bersih (bottom line) perseroan tertekan pada periode ini.

Menilik lembaran laporan keuangan korporasi, KLBF sejatinya sanggup meraup angka penjualan hingga menyentuh Rp19,47 triliun sepanjang kurun 6 bulan pertama 2026. Realisasi itu merefleksikan adanya kenaikan sebesar 14,04% secara tahunan (year-on-year/YoY) apabila dikomparasikan dengan perolehan Rp17,07 triliun pada rentang waktu yang setara di tahun 2025.

Hanya saja, membengkaknya pos beban penjualan hingga merangkak ke angka Rp3,85 triliun pada periode Januari—Juni 2026 dari sebelumnya Rp3,58 triliun pada periode yang sama tahun 2025, mengakibatkan Kalbe membukukan perolehan laba bersih yang mengalami penyusutan.

Besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Kalbe susut dari posisi Rp1,97 triliun pada paruh pertama 2025 menjadi Rp1,91 triliun pada penutupan semester I/2026.

Terkini