Aktor Lee Min Ho Hadiri Diskusi Film The Assassins di TIFF 2026 Kanada

Jumat, 11 September 2026 | 05:09:31 WIB
Aktor Korea Selatan Lee Min Ho berperan dalam film "The Assassin(s)".

JAKARTA - Aktor Korea Selatan Lee Min Ho dijadwalkan menghadiri sesi diskusi film teranyarnya yang berjudul "The Assassin(s)" di Festival Film Internasional Toronto (TIFF 2026), Kanada, pada pekan mendatang, Kamis (17/9).

Berdasarkan pemantauan dari laman resmi TIFF, Jumat, agenda diskusi eksklusif bertajuk "In Conversation With... Lee Min-ho" tersebut bakal dihadiri langsung oleh Lee Min Ho supaya penonton serta penggemar dapat menyelami proses kreatif dan perjalanan kariernya saat menghidupkan karakter di film terbaru ini.

Film "The Assassin(s)", yang dibintangi Lee Min Ho bersama Yoo Hai-jin (Exhuma) serta Park Hae-il (Decision to Leave, TIFF '22), dan disutradarai oleh Hur Jin-ho (A Normal Family, TIFF '23) juga bakal menggelar pemutaran perdana dunia di TIFF 2026 dalam jajaran program Gala Presentations.

Dalam film berdurasi 131 menit tersebut, Lee Min Ho melakoni peran sebagai jurnalis pemula yang menaruh curiga bersama rekan seniornya yang dimainkan Park Hae-il mengenai kasus percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan, Park Chung-hee, pada 15 Agustus 1974.

Walaupun presiden selamat, insiden penembakan saat sang presiden berpidato pada upacara Hari Pembebasan ke-29 itu merenggut nyawa Ibu Negara Yuk Young-soo beserta seorang gadis muda.

Pria Korea-Jepang yang dituding sebagai radikal Maois, Mun Se-gwang, langsung diamankan aparat keamanan lantaran disangka sebagai pelaku tunggal.

Meski demikian, dijumpai janggal karena terdengar ada enam letupan tembakan saat peristiwa terjadi, sedangkan pistol milik tersangka cuma berisikan lima peluru.

Film ini berfokus pada perjuangan seorang inspektur senior yang diperankan Yoo Hai-jin, beserta para jurnalis demi membongkar konspirasi raksasa tersebut lewat jalan apa pun demi menyingkap kebenaran, kendati dibayang-bayangi ancaman terhadap karier hingga keselamatan jiwa mereka.

Para pemeran utama dihadapkan pada ancaman di tiap alur, tetapi terus melangkah dengan keyakinan bahwa kebebasan pers amat krusial bagi berjalannya demokrasi dan terungkapnya fakta. Betapa pun buruknya kondisi, pers tetap teguh melawan segala bentuk pengekangan.

Terkini